BORNEONEWS, Palangka Raya - Jumlah kejadian Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di Kota Palangka Raya mengalami peningkatan hingga Jumat, 16 Agustus 2024. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya tercatat ada 86 kejadian Karhutla.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi mengungkapkan dari 86 kejadian itu, ada 26,92 hektare lahan yang terbakar. Sebagian besar Karhutla terjadi di wilayah Jekan Raya dengan total 58 kejadian.
Disusul Kecamatan Sebangau dengan 17 kejadian, Pahandut dengan 8 kejadian, Bukit Batu dengan 3 kejadian dan Rakumpit dengan 0 kejadian.
"Hingga saat ini, tim BPBD Palangka Raya terus berupaya memadamkan titik api yang ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar hutan dan lahan," ujar Budi, Jumat, 16 Agustus 2024.
Budi juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan secara sembarangan. Kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak yang sangat merugikan, baik bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
--page
Pihak BPBD Palangka Raya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan Karhutla. Mereka juga bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti TNI, Polri dan relawan, untuk menanggulangi kejadian Karhutla di wilayah tersebut.
"Kami berharap masyarakat dapat mendukung upaya pencegahan Karhutla dengan tidak membakar lahan secara sembarangan dan melaporkan jika menemukan titik api. Bersama-sama kita dapat mencegah terjadinya Karhutla di Kota Palangka Raya," pungkasnya (PATHUR/Y)









