BORNEONEWS, Sampit - Wakil Bupati (Wabup) Kotawaringin Timur (Kotim) terharu pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) menuntaskan tugas penurunan bendera meski diguyur hujan.
"Meskipun diguyur hujan anak-anak Paskibraka tetap profesional menjalankan tugasnya walaupun saya sempat deg-degan takut ada yang pingsan. Akhirnya bisa selesai, saya sampai terharu meneteskan air mata," kata Irawati, Sabtu, 17 Agustus 2024.
Dirinya menjadi inspetur upacara penurunan bendera merah putih di Stadion 29 Nopember Sampit.
Ia menyaksikan semangat Paskibraka dan peserta upacara tetap berdiri tegak menunjukkan rasa cinta terhadap bendera merah putih.
Meski hujan semakin deras, barisan Paskibraka Kotim tak goyah menuju tiang bendera. Peserta upacara pun tetap khidmat mengikuti upacara hingga tuntas.
Perlahan Paskibraka Kotim menurunkan bendera dari tiangnya meski angin cukup kencang berhembus. Mereka pun berbalik mengembalikan bendera di mimbar inspektur upacara, Irawati.
Paskibraka mulai meninggalkan lapangan upacara, seketika hujan pun mereda. Tampaknya hujan menguji kecintaan Paskibraka Kotim 2024 saat menurunkan bendera.
"Alhamdulillah Paskibraka Kotim luar biasa kalian yang terbaik itu bentuk kecintaan mereka akan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kecintaan mereka terhadap sang saka merah putih," ujarnya.
Ia apresiasi seluruh pihak yang membantu menyukseskan upacara HUT ke-79 RI mulai dari pengibaran hingga penurunan bendera.
"Semangatnya luar biasa. Terima kasih adik-adik Paskibraka ini tentunya berkat dukungan dari orang tua, pelatih, pembina dan masyarakat Kotim," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









