BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah warga Jl Betang Raya, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur digegerkan dengan penemuan puluhan bangkai hewan tringgiling yang mengapung di rawa, Rabu (22/6/2016).
Bangkai hewan dilindungi tersebut dengan kondisi yang sudah terpisah dengan sisiknya dan sudah mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat.
"Awalnya saya kira bau tidak sedap yang tercium dari rawa itu adalah bangkai biawak, ternyata setelah dilihat tringgiling," ujar Desi Wulandari, warga yang melintas di jalan itu.
Setelah melihat bangkai hewan langka itu, Desi pun langsung melaporkannya kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, agar bisa ditindaklanjuti. Mendapatkan laporan itu, sejumlah pegawai BKSDA langsung mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan.
"Ada sekitar 18 ekor bangkai tringgiling yang terlihat, namun nampaknya masih ada yang tenggelam. Jadi sekitar 20 ekor bangkai yang dibuang di rawa tersebut," ungkap Komandan BKSDA Sampit Muriansyah.
Saat ini mereka terus melakukan pemantauan akan bangkai hewan dilindungi itu. Kuat dugaan tringgiling tersebut sengaja dibuang di tempat itu karena pada saat pengepakan sudah mengeluarkan bau tidak sedap. Sehingga terpaksa dibuang oleh pelakunya. Sedangkan untuk sisiknya sendiri sudah dibawa kabur untuk dijual di luar kota.
"Kalau dagingnya sering dikirim ke Kalimantan Barat, karena harganya mencapai Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per kg. Sedangkan sisiknya sering dibawa ke Banjarmasin atau Pulau Jawa," kata Muriansyah.
Rencananya pada Kamis (23/6/2016), puluhan bangkai tringgiling itu akan dikubur guna menghilangkan bau busuk di tempat itu.
"Rabu (22/6/2016) ini kami masih berada di Pangkalan Bun, untuk mengantar Orangutan, jadi hari ini terpaksa kami kubur," terang Muriansyah. (M HAMIM/m)








