BORNEONEWS, Palangka Raya - Rumah Tahanan Kelas II A Palangka Raya sering diteror dengan jatuhnya suatu benda yang ternyata berisi barang haram. Kepala Rutan Tunggul Buwono mengakui hal ini, Kamis (23/6/2016).
“Kita sering dilempari dengan bungkus rokok dari luar. Isinya itu kadang somadril dan zenith. Kalau sabu belum pernah kita temukan dengan modus seperti itu,” ungkap Tunggul Buwono.
Dia menuturkan, benda tersebut dilempar oleh seseorang dari luar kemudian melewati tembok setinggi empat meter dan satu meter tambahan kawat berduri. Barulah jatuh ke dalam halaman penjara. Tunggul pun menginstruksikan agar para petugas ekstra hati-hati dan selalu waspada dalam melaksanakan tugasnya.
“Kita memang tidak ada yang sempurna. Dan selama penjara kasus narkoba masih ada dan dia pemakai, maka akan sulit. Namun kita juga akan terus berupaya,” katanya.
Sebenarnya Buwono juga mendapat tantangan betapa tidak mudahnya menjadi seorang pimpinan. Selain harus memikirkan bagaimana caranya agar tidak overload tahanan, terlebih lagi rutan selalu diisi meskipun sudah over. Dia juga sering mendapat cobaan yang cukup menggiurkan.
Tidak sedikit pelaku tindak pidana yang berupaya menyogok kepala rutan ini agar menempatkannya di tempat yang lebih enak dibanding tahanan maupun napi lainnya.
“Saya tidak ingin menutup-nutupi. Memang ada yang berupaya meminta fasilitas. Namun kita tolak dan kita tidak membanding-bandingkan antara napi satu dan napi lainnya,” katanya.
“Contoh, Sekda Seruyan. Dia dalam satu kamar yang seharusnya hanya berisi satu orang ya isinya jadi lima orang. Sekda sendiri tidur di bawah. Jadi semua rata sama. Rutan Palangka Raya ini juga menampung pelaku korupsi se-Kalteng. Saat ini ada 43 orang kasus korupsi,” tuturnya. (BUDI YULIANTO/m)








