BORNEONEWS, Palangka Raya - Populasi trenggiling di Kalimantan Tengah belum diketahui secara pasti. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng Nandang Prihadi mengatakan belum ada data terkait populasi trenggiling di Bumi Tambun Bungai ini.
“Populasi trenggiling belum terdata,” kata Kepala BKSDA Kalteng Nandang kepada Borneonews, Kamis (23/6/2016).
Dia menuturkan, trenggiling hidup di daerah perkebunan dan hutan sekunder. Trenggiling juga banyak hidup di pepohonan dan tanah yang basah. Untuk di Kalteng sendiri daerah paling banyak ada trenggilingnya yakni bagian selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Pulang Pisau.
Terkait dengan temuan puluhan bangkai trenggiling yang mengapung di rawa hingga menggegerkan warga Jalan Betang Raya, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur pada Rabu (22/6/2016) lalu, Nandang menyebut sudah ditindaklanjuti oleh polres setempat.
“Untuk kasus di Kotim sudah kita infokan ke polres untuk ditindaklanjuti. Insya Allah BAP akan diserahkan besok (hari ini) ke polres,” tuturnya.
Sekedar diketahui, bangkai satwa dilindungi tersebut sudah dalam kondisi terpisah dengan sisiknya dan telah mengeluarkan aroma tak sedap yang sangat menyengat. Desi Wulandari, salah seorang warga yang melintasi kawasan itu sempat mengira bahwa aroma tak sedap itu merupakan sumber bangkai biawak.
Namun setelah melihat yang sebenarnya, Desi melaporkan ke BKSDA Sampit. Sejumlah pegawai BKSDA langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP serta keperluan pemeriksaan lainnya. Komandan BKSDA Sampit Muriansyah mengatakan ada sekitar 18 ekor bangkai trenggiling yang terlihat, namun sekitar dua di antaranya tenggelam. (BUDI YULIANTO/m)








