SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk mempercepat perkembangan industri hijau di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari usaha untuk membangun ekosistem industri hijau yang lebih kuat di daerah tersebut. Pada kesempatan Festival Industri Jawa Timur 2024, yang diselenggarakan dengan tema *"Green Industry: Key Towards East Java's Green Economy Development"* di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menyatakan pentingnya kolaborasi antara sektor industri dan pelestarian lingkungan. Dia menekankan bahwa dengan meningkatnya jumlah industri, perlunya menjaga kelestarian alam dan keberlanjutan lingkungan menjadi sangat vital. Lima standar yang diperlukan untuk label industri hijau juga perlu dipenuhi oleh para pelaku usaha. Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, khususnya melalui Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat transisi Jawa Timur menuju industri hijau. Dari perspektif pembangunan, pemerintah daerah telah memasukkan konsep ekonomi hijau ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk periode 2019-2024. Upaya ini akan berlanjut ke RPJMD tahun 2025-2030, di mana ekonomi hijau menjadi salah satu pilar utama untuk pembangunan berkelanjutan. Adhy juga menjelaskan bahwa keberadaan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019, yang mengatur Rencana Pembangunan Industri Provinsi Jawa Timur untuk periode 2019-2039, semakin memperkuat komitmen ini. Dalam peraturan tersebut, visi Jawa Timur sebagai Provinsi Industri Pintar adalah untuk memperkuat daya saing dan meningkatkan inklusivitas di kalangan pelaku industri. Saat ini, industri hijau di Jawa Timur menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Hingga tahun 2023, sebanyak 11 industri baru berhasil mendapatkan sertifikasi industri hijau. Sementara itu, ditargetkan pada tahun 2024, akan ada tambahan 15 industri yang juga akan mendapatkan sertifikasi tersebut. Total industri hijau yang telah memenuhi standar di Jawa Timur saat ini mencapai 354 unit, baik dari sektor besar maupun menengah. Dalam harapannya, Adhy menyampaikan bahwa festival ini dapat berfungsi sebagai platform untuk mendorong lebih banyak pelaku industri untuk beralih ke ekosistem industri hijau. Dia juga mengingatkan bahwa bagi industri yang ingin bersaing di pasar global, memperhatikan aspek keberlanjutan dan produk halal menjadi sangat penting. Dengan demikian, langkah menuju industri hijau di Jawa Timur diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang baru dalam ekspor dan daya saing industri di tingkat nasional maupun internasional. ANTARA