BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun hingga tujuh hari ke depan kondisi cuaca Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya masih terjadi hujan dengan intensitas ringan.

Ini merupakan pengaruh terjadinya angin Topan Nepartak yang menerjang Taitung yang berada di Selatan Taiwan atau di Samudra Pasifik Timur Filipina, 8 Juli 2016.

"Akibatnya terbentuk daerah perlambatan angin di wilayah laut Cina Selatan, Kalimantan bagian Utara, Maluku Utara dan Papua Barat. Sedangkan suhu muka laut umumnya berkisar antara 27-30 derajat celcius," jelas Kepala BMKG Pangkalan Bun Lukman Soleh Senin (11/7/2016).

Hal tersebut, lanjutnya, juga mempengaruhi angin gradien (angin yang menuju garis kontur permukaan tekanan konstandiatas 2.500 kaki) dari arah tenggara barat. Sedangkan di selatan khatulistiwa bertiup dari arah timur dengan kecepatan 8-36 km/jam.

"Kecepatan angin di atas 36 km/jam terdapat di Laut Jawa, Laut Flores, Laut Arafura, dan Samudera Pasifik Selatan Filipina. Khusus di Laut Jawa gelombang laut berkisar antara 0,25 hingga 1,5 meter," ujarnya.

Menurutnya dengan kondisi tersebut kondisi cuaca di Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara, 11-17 juli 2016 diprediksi secara umum berawan. "Selain itu terdapat potensi hujan ringan-sedang pada sore hingga malam hari," jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat mewaspadai terjadinya angin kencang dan petir, sesaat sebelum hujan, terutama pada siang hari. (WAHYU KRIDA)