BORNEONEWS, Kasongan- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan Icing mengaku jika di daerahnya seiring memasuki kemarau tahun ini sudah ada beberapa titik panas (hot spot) tersebar di tiga kecamatan.
Selain di wilayah Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, kebakaran lahan itu juga mulai terjadi di wilayah Kecamatan Pulau Malan dan Kecamatan Katingan Hilir.
"Iya, benar. Satu hari setelah lebaran memang ada kebakaran lahan di Pulau Malan dan Kecamatan Katingan Hilir serta Kecamatan Tewang Sanggalang Garing," ungkap Icing melalui telepon, Senin (11/7/2016).
Namun demikian, ia mengatakan. lahan yang terbakar itu umumnya masih dalam skala kecil, yaiu lahan milik warga yang ingin membuka atau membersihkan lahannya dari semak belukar pada musim kemarau ini.
"Kemarin kita juga sudah padamkan, dan kita juga dibantu oleh adanya hujan dua hari lalu sehingga jumlah titik panasnya berkurang. Tapi hari ini informasinya ada lahan yang terbakar lagi di wilayah Kecamatan Katingan Hilir," tutur Icing.
Dari keterangan yang diperoleh, katanya sejauh ini masih belum ada lahan atau hutan yang dikuasai pihak perusahaan baik perkebunan sawit maupun HPH yang terbakar.
"Yang saat ini terjadi kebakaran itu hanya lahan milik masyarakat biasa, dan belum ada lahan milik perusahaan dengan skala luas yang terbakar," katanya.
Icing mengaku pihaknya akan terus memantau sejumlah daerah yang dianggap rawan terjadinya kebakaran lahan dan hutan ini, termasuk di tepi Jalan Trans Kalimantan mulai dari perbatasan Katingan-Sampit Kotim maupun Kasongan-Palangkaraya.
"Kita imbau kepada warga agar pada musim kemarau ini agar tidak membuka lahan dengan cara bakar ini. Sebagian besar wilayah kita ini terdiri dari lahan gambut sehingga saat terbakar akan sangat sulit sekali dipadamkan," imbuh Icing.
Sementara menurut Setyabudi, tokoh warga Kasongan, mengimbau agar pihak BPBD segera mengambil tindakan terkait memasuki musim kemarau tahun ini.
"Soalnya infonya kebakaran lahan di beberapa tempat sudah mulai terjadi, dan pihak BPBD harus segera mengambil tindakan. Jangan sampai kebakaran lahan ini meluas seperti tahun lalu," imbaunya. (ABDUL GOFUR/m)








