BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kabupaten Kapuas aman dari vaksin palsu. Dinas Kesehatan Kapuas sudah melakukan sidak di seluruh apotek dan klinik bersalin, namjun tidak menemukan vaksin palsu.
"Kami sudah melakukan sidak di seluruh apotek dan klinik bersalin dan sejumlah tempat pratek para dokter. Semuanya aman dari vaksin palsu." kata Kasi Kefarmasian Dinkes Kapuas Kastalani, Senin (11/7/2016).
Kastalani mengatakan, hasil penyulusuran di 10 apotek dan klinik persalinan tidak ditemukan vaksin palsu. Soal teknis kadar vaksin palsu merupakan kewenangan Balai POM yang sudah membentuk tim khusus dengan pihak kepolisian untuk memberantas peredaran vaksin palsu. Sedangkan Dinas Kesehatan hanya menindaklanjuti surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng untuk melakukan sidak apotek dan klinik.
"Balai POM sudah ada tim khusus dengan kepolisan untuk berantas pelaku yang mengedarkan vaksin palsu. Kita hanya melaksanakan surat edaran Dinkes provinsi untuk memastikan setiap apotik dan klinik tidak ada vaksin palsu." ungkapnya.
Kabid Pengendalian Penyakit Masyarakat Raison menambahkan, pihaknya berani menjamin vaksin palsu tidak ada di Kapuas. Setiap vaksin yang disuplai ke setiap puskemas mau pun pustu sesuai kebutuhan dan permintaan.
"Saya pastikan Kapuas aman dari vaksin palsu, karena vaksin disalurkan sesuai permintaan puskemas. Itu pun harus ada laporan Dinkes dan barang pun disimpan di farmasi." kata Raison.
Ia menegaskan setiap vaksin yang diberikan pemerintah dijamin aman, karena semuanya sesuai prosedur dan berjenjang penyalurannya, baik dari Kementrian Kesehatan ke Dinas Kesehatan provinsi, baru ke Dinas Kesehatan kabupaten. Lalu ke sejumlah puskesmas, pustu, dan posyandu. Semuanya gratis.
"Pokoknya vaksin dari pemerintah aman karena diberikan secara gratis, kecuali diwaspadai vaksin yang dibeli, tentu itu harus di waspadai." ungkapnya.
Ia berharap, masyarakat yang ingin memberikan anaknya vaksin segera ke puskesmas karena tidak dipungut biaya.
"Masyarakat harus memahami bahwa vaksin gratis cuma ada di puskemas dan apa bila ada pungutan untuk vaksin di luar puskemas dan klinik bersalin perlu diwaspadai," pungkasnya. (DJEMMY NAPOLEON/m)








