BORNEONEWS, Sampit - Meningkatnya jumlah warga yang mengeluhkan penyakit diare di sejumlah pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, mengundang respon Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Rimbun. Ia mengimbau agar masyarakat waspada terhadap penyakit tersebut dengan tetap menjalankan pola hidup sehat.

"Bukan hanya waspada, masyarakat juga harus benar-benar memperhatikan lingkungan sekitar. Ini demi menghindari lebih banyaknya pasien atau korban akibat penyakit serupa," imbaunya, Selasa (12/7/2016).

Rimbun menilai, pola makan tidak teratur dan tidak sehat sehabis lebaran menjadi salah satu faktor penyebab masyarakat terserang diare, selain juga tumpukan sampah di pemukiman warga. Karena itu, dia meminta instansi terkait bersama warga perlu melakukan pembersihan lingkungan sekitar.

“Guna mengantisipasi penyakit diare yang saat ini lagi marak, sampah-sampah yang menjadi salah satu faktor utama harus segera dibersikan agar penderita diare tidak bertambah. Selain itu, pola hidup sehat juga harus dijaga,” ucap dia.

Lebih lanjut politisi PDI Perjuangan itu juga meminta agar pelayanan kesehatan di RSUD dr Murjani dan puskesmas-puskesmas tidak membedakan pelayanan terhadap pasien BPJS Kesehatan dan pasien umum. Pihak rumah sakit harus merubah cara berpikir dalam menangani pasien peserta BPJS atau pasien umum.

“Mereka harus merubah mindset, sebab tidak ada perbedaan antara pasien yang dibayar oleh pemerintah atau mereka yang bayar sendiri. Tolong jangan dibeda-bedakan,” ingat dia.

Menurut Rimbun, sudah cukup banyak masyarakat yang menge luhkan tentang pelayanan kesehatan yang tidak seimbang tersebut, khususnya bagi pasien BPJS yang terpaksa harus rawat inap di rumah sakit.

“Sudah banyak warga yang melaporkan hal itu ke DPRD. Makanya kami sangat menekankan agar tidak terjadi pembedaan penanganan pasien di rumah sakit,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam dua hari terakhir di sejumlah pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit di Sampit, Kotim, jumlah kunjungan warga, terutama yang mengeluhkan penyakit diare meningkat.

"Kunjungan pasien pascalibur lebaran memang meningkat. Hari-hari biasa pasien rawat jalan biasanya 150 sampai 200 orang per hari, sekarang kemungkinan meningkat. Sebagian memang menderita penyakit yang disebabkan pengaruh cuaca dan pola makan," kata Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD dr Murjani Sampit, Yudha Herlambang. (RIFQI/m)