PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang sopir taksi online bernama Hadi Prayitno menjadi korban penganiayaan oleh dua orang penumpangnya di Jalan Telawang, Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, pada Selasa, 3 September 2024 sekitar pukul 20.00 WIB malam. Korban mengalami luka serius di bagian kepala akibat insiden tersebut.

Berdasarkan keterangan Hadi Prayitno melalui video yang beredar, awalnya, ia menerima orderan dari seseorang bernama Evan dengan titik jemput di Suprapto dan titik antar di Jalan Majapahit.

Namun, titik jemput kemudian berubah dan Hadi diminta untuk menjemput kedua terduga pelaku di depan Masjid Aqidah di Jalan Tambun Bungai.

Kedua terduga pelaku, yang merupakan pria, kemudian duduk di dalam mobil. Salah seorang duduk di kursi depan samping Hadi, sedangkan sisanya duduk di kursi belakang, tepat di belakangnya.

Di tengah perjalanan, di Jalan Talawang, kedua terduga pelaku meminta Hadi untuk menepi dengan alasan ingin buang air kecil.

--page

"Tanpa curiga, saya menepikan mobil," katanya, Kamis, 4 September 2024.

Namun, secara tiba-tiba, salah seorang terduga pelaku mencekik leher Hadi dari belakang menggunakan seutas tali. Pada saat bersamaan, terduga pelaku lainnya menghujani Hadi dengan pukulan ke wajah hingga menyebabkan luka-luka parah.

Hadi berusaha menangkis pukulan dan melepaskan tali yang melilit lehernya. Ia kemudian membunyikan klakson dengan kakinya untuk meminta pertolongan kepada pengendara yang melintas.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, Kompol Ronny Mathius Nababan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut kejadian itu sebagai penganiayaan bersama-sama dan tidak ada barang milik korban yang diambil oleh para pelaku.

"Hingga saat ini, pihak Polresta Palangka Raya masih memburu kedua terduga pelaku dan masih dilakukan pengejaran," pungkasnya. (PATHUR/Y)