BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya terus berupaya meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan pembinaan masyarakat peduli lingkungan hidup dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta pengembangan produk Program Lestari Tanam Benih (PLTB).
Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Yudo Asbela ini diikuti oleh Lurah Menteng dan masyarakat binaan peduli lingkungan hidup.
Pembinaan ini fokus pada pengembangan produk minuman teh berbahan dasar daun karamunting, yang merupakan salah satu produk unggulan dari program PLTB.
"Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat terus digiatkan dalam rangka kolaborasi pengembangan produk PLTB," ujar Yudo, Rabu 4 September 2024.
--page
Ia menjelaskan bahwa program PLTB bertujuan untuk memanfaatkan bahan buangan tebasan/biomassa dari aktivitas membuka lahan yang biasanya terbuang sia-sia.
Melalui program ini, DLH Palangka Raya mengajak masyarakat untuk mengolah bahan buangan tersebut menjadi produk yang berdayaguna dan memiliki nilai ekonomi.
"Dengan memanfaatkan daun karamunting sebagai bahan baku minuman teh, kita dapat mengurangi limbah dan meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam," jelasnya.
Keterlibatan masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam program ini menjadi bentuk kolaborasi yang digalakkan DLH. Hal ini dianggap penting untuk mencegah terjadinya pembakaran hutan dan lahan yang berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kota Palangka Raya.
"Kami berharap dengan adanya program ini, masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam," pungkas Yudo. (PATHUR/Y)









