BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kekurangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Saat ini hanya ada dua SPBU yang melayani kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Awalnya, Pangkalan Bun memiliki tiga SPBU. Namun pada beberapa bulan lalu salah satu SPBU bernama Afrian ludes terbakar. Praktis, kini hanya menyisakan dua SPBU yang beroperasi. Minimnya jumlah SPBU, membuat antrean tak bisa dihindarkan. 

Diketahui, di Kota Pangkalan Bun hanya memiliki dua SPBU yang peroperasi, yakni SPBU Bhakti dan SPBU Lamandau Panjung.

Antrean terjadi makin menggila saat sumur BBM SPBU tengah diisi. Saat itu tak ada kegiatan pengisian BBM terhadap kendaraan pelanggan konsumen.

Pantauan Borneonews di SPBU Bhakti, Senin (18/7/2016), antrean kendaraan mengular hingga puluhan meter dari lokasi SPBU. Bahkan, sesekali terjadi kemacetan di ruas Jalan Paku Negara, depan SPBU berdiri.

Menurut seorang pengantre di SPBU Bhakti, Andri, 31, biasanya mengisi BBM di SPBU Afrian. Namun hingga kini SPBU Afrian masih tutup pasca kebakaran, dirinya harus rela mengantre di SPBU Bhakti.

Namun di SPBU Bhakti, antrean makin menggila karena saat itu tengah dikakukan pengisian BBM terhadap sumur SPBU.

Dia melanjutkan, selain kurangnya jumlah SPBU, anteran ini dimungkinkan karena turunnya harga BBM

"Jadi mungkin orang-orang memilih ngisi di SPBU, karena BBM sudah turun harganya." kata dia.

Pengantre lainnya, Rahmat, berharap supaya kondisi kesulitan mendapatkan BBM ini cepat berlalu. Dia juga ingin supaya di Pangkalan Bun mempunyai tambahan SPBU. Sehingga, warga tidak kesulitan mendapatkan BBM. 

"Kalau ngisi dieceran bisa sampai Rp8 ribu per liter bahkan kadang-kadang bisa lebih dari itu." ali dia. (CECEP HERDI/m)