BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016 di Kabupaten Lamandau terbilang cukup sukses karena masuk pada pencanangan dengan capaian target tertinggi di Kalimantan Tengah. Lamandau juga berhasil melampaui target  pemerintah pusat.

Sebelumnya, target sasaran PIN Polio di Lamandau dalam pelaksanaan PIN Polio sebanyak 7.343 balita dengan usia 0-59 bulan. Namun selama sepekan PIN Polio berlangsung, ada 8.444 balita yang divaksin polio. Atas prestasi itu pula Pemkab Lamandau mendapatkan penghargaan dan ucapan terima kasih dari pemerintah pusat melalui kementrian terkait.

"PIN Polio yang dilaksanakan pada Maret lalu, capaian kita memang melebihi target. Jika dipersentasekan, capaian kita 115 persen dari 80 persen yang ditetapkan," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamandau, dr. Jozeb. HF. Rumouw, Kamis (21/7/2016).

Menurutnya, persentase capaian dalam pelaksanaan PIN Polio tersebut adalah yang tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Atas capaian ini pula, kita (Lamandau) mendapat penghargaan dari Menteri Kesehatan (Menkes) RI Prof Nila F Moeloek," ucapnya.

Sementara, saat disinggung terkait pelayanan imunisasi polio rutin, ia mengakui sampai saat ini masih terus dilakukan bagi warga yang membutuhkan.

"Pelayanan rutin tetap kita lakukan di seluruh pusat layanan kesehatan, seperti halnya puskesmas dan tidak dipungut biaya alias gratis. Kita juga menghimbau masyarakat agar ketika ada kelahiran baru segera diberikan vaksin Polio," bebernya.

Sementara itu Koordinator Imuniasi Kabupaten Lamandau Sampun mengatakan, suksesnya pencanangan PIN Polio di Kabupaten Lamandau tidak terlepas dari antusiasme masyarakat Lamandau. Termasuk membludaknya peserta PIN Polio yang berasal dari perusahaan (karyawan perusahaan).

Dari data yang dimiliki Dinkes Lamandau, dari 11 puskesmas yang melaksanakan pencanangan PIN Polio Puskesmas Bulik merupakan pusat layanan kesehatan dengan jumlah pencanangan tertinggi, mencapai 1.958 anak. (HENDI NURFALAH/m)