BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Akibat kelalaian supir bus yang ngantuk sehingga mengakibatkan sedikitnya 20 orang mengalami luka berat dan ringan dari 40 penumpang bus.

Namun kecelakaan itu hanya simulasi bagaimana cara memberikan pertolongan bagi korban ketika terjadi musibah akibat tanah longsor, banjir, gunung meletus, gempa bumi maupun oleh kelalaian manusia itu sendiri seperti kebakaran lahan, hutan, lingkungan perumahan, maupun kecelakaan transportasi, baik transportasi darat, laut dan udara, serta kecelakaan kecelakaan lainya.

"Cepat dan tanggap pada penanganan penanggulangan serta pertolongan terhadap para korban kecelakaan, serta kerja sama yang kompak, baik oleh petugas para medis yang terampil, maupun anggota pemadam kebakaran, serta istansi terkait dan unsur penujang lainya seperti mobil ambulans dan lain-lain." kata Apendy Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, baru-baru ini.

Melalui penanganan evakuasi, lanjut Apet, sapaan akrabnya, pertolongan kepada para korban dapat cepat tertangani dengan baik dan lancar hingga sampai ke RSU Kuala Kapuas untuk mendapatkan perawatan dan tindakan medis lebih lanjut.

"Kegiatan tersebut di atas adalah bagian dari simulasi pelaksanaan pelatihan bersama penganggulangan bencana, yang dilaksanakan oleh Pro Emergency dari Jawa Barat bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kuala Kapuas, dengan peserta sebanyak 63 orang yang terdiri dari para bidan dan perawat dari puskesmas maupun rumah sakit, dari Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau dan Palangka Raya." ungkapnya.

Apet yang juga menjabat sebagai ketua PPNI Kabupaten Kapuas ini berharap, dengan pelaksanaan pelatihan ini para bidan dan perawat menjadi profesional dan terampil, serta dapat memberikan pertolongan kepada para korban apabila terjadi bencana di daerahnya masing-masing. Pelatihan itu juga untuk menangani penanggulangan pada orang dengan trauma fisik dan juga ganngguan pada jantung yang mengancam jiwa korban/penderita.

"Diharapkan juga nantinya para peserta ini dengan ketrampilan yang didapatnya dalam pelatihan tersebut dapat setiap saat selalu siap memberikan pertolongan apabila terjadi bencana." imbuh Apendy.

Demikian pula seperti apa yang terjadi di depan Kantor Bupati Kapuas, jalan Pemuda Km.5,5 Kuala Kapuas, bus berkecepatan tinggi dari arah Palingkau, Kecamatan Kapuas Murung menuju ke arah Kota Kuala Kapuas, menabrak rombongan pejalan kaki yang akan mengikuti senam bersama di halaman Kantor Bupati Kapuas. Akibat dari tabrakan itu sebanyak 40 orang terserempet mobil tersebut, 20 orang diantaranya menderita luka-luka berat dan ringan. Sedangkan 20 orang lainya hanya menderita lecet-lecet.

Beruntung dalam kecelakaan tersebut tidak ada yang sampai meninggal dunia, hanya luka robek terbuka, patah tulang, baik tulang  lengan maupun  tulang kaki serta tulang rusuk.

Kegiatan pelatihan berlangsung lima hari, 18-22 Juni 2016, dengan para instruktur terlatih sebanyak tujuh orang dari Pro Emergency Jawa Barat yang berpengalama,n baik di dalam maupun di luar negeri. Para peserta yang dianggap lulus akan mendapat sertifikat. (DJEMMY NAPOLEON/m)