BORNEONEWS, Puruk Cahu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya (Mura) mengklaim mendapat laporan akan adanya temuan titik panas di dua desa di Kecamatan Seribu Riam, yaitu Desa Tumbang Tohan dan Desa Takajung.


Menurut Kepala BPDM Kabupaten Mura, Markudius Dani saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, laporan itu ia terima dari pihak Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupateen Murung Raya, beberapa waktu lalu.


“Pencitraan dari satelit NOAA diberitahukan kepada Dinas Kehutanan kabupaten Mura dan dari dinas tersebut diteruskan kepada kami (BPBD Mura),” ungkap Markudius Dani, Minggu (24/7/2016).


Markudius Dani mengatakan juga tentunya apa yang terdeteksi oleh satelit NOAA tersebut kemungkinan dari aktivitas warga yang masih melakukan beberapa kegiatan tradisional dan titik panas tersebut terekam tidak berlangsung lama.


“Lokasi kedua desa di Kecamatan Seribu Riam ini kan cukup jauh dari jangan dan kemungkinan sumber panas yang terekam dari pencitraan satelit NOAA tersebut dari kegiatan mereka seperti berkebun,” ungkapnya.


Sementara itu menanggapi masalah siaga kebakaran hutan dan lahan tahun ini, Markudius Dani menyampaiakan BPBD Mura disiapkan sebanyak 30 orang petugas selama masa siaga selam tiga bulan kedepan dan tentu juga dibantu dari pihak aparan Polri dari Polres Mura dan TNI AD, tenaga kesehatan maupun anggota Tagana.


Markudius Dani juga menyampaikan dibeberapa titik lokasi akan dibuat posko waspada kebakaran hutan dan lahan agar petugas selalu bersiap bila terjadi kejadian kebakaran dan diminta agar masyarakat untuk bisa membantu, minimal melaporkan tempat kejadian kebakaran.


“Tentu akibat kebakaran hutan dan lahan ini kita semua sudah merasakan dampaknya selama tiga bulan tahun 2015 lalu tidak merasakan maupun melihat matahari. Untuk itu kita semua harus ada upaya agar hal tersebut tidak terus terulang ditahun-tahun mendatang, apalagi untuk tahun ini,” tambahnya. (SUPRI ADI/m)