BORNEONEWS, Kobar - Sebagian besar korban gigitan anjing di Kotawaringin Barat (Kobar) sudah mendapat pertolongan awal. Saat ini semakin banyak warga yang paham untuk melakukan pencucian luka sesaat setelah menjadi korban gigitan anjing, serta membawa korban ke puskesmas terdekat. Ini menandakan  pengetahuan masyarakat terhadap pertolongan pertama yang baik dan benar terhadap luka gigitan semakin baik.

Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar, Arif Susanto menjelaskan bila dibandingkan tiga tahun lalu, pertolongan awal  yang harus dilakukan pasca terkena gigitan anjing belum banyak yang tahu.

"Karena berulang kali kita sampaikan ke masyarakat melalui media massa maupun secara langsung tentang bahayanya kasus gigitan anjing rabies. berdasarkan laporan dari pihak Puskesmas yang menangani korban gigitan anjing, rata-rata pasca gigitan terjadi, luka korban langsung dicuci menggunakan  deterjen dan setelah itu korban dibawa ke Puskesmas," jelasnya.

Sedangkan beberapa tahun lalu, lanjutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap remeh kasus gigitan anjing yang menimpanya. Sehingga luka bekas gigitan tersebut diobati seadanya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Distanak Kobar, Haryo Prabowo juga mengatakan terjalinnya koordinasi dengan Dinkes Kobar terhadap penanggulangan rabies, diakui sangat membantu institusinya untuk bergerak menuju lokasi yang terdapat kasus gigitan anjing.

"Biasanya bila terdapat pasien dengan kasus gigitan ajing, langusng melaporkan kejadian ini kepada Dinkes Kobar. Kemudian dari Dinkes menghubungi kami. Begitu juga sebaliknya. Syukurlah koordinasi ini terjalin baik. Harapannya tidak ada lagi korban jiwa akibat kasus gigitan anjing yang diduga rabies," kata Haryo Prabowo. (WAHYU KRIDA/N).