JAKARTA –
**Borneonews - Kota Gaza**, Seorang jurnalis Palestina kembali tewas akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Israel di Jalur Gaza. Insiden ini menambah jumlah total jurnalis yang kehilangan nyawa dalam konflik ini sejak 7 Oktober tahun lalu, yang kini mencapai 173 orang. Hal ini diungkapkan oleh sebuah kantor media yang beroperasi di Gaza pada hari Minggu (15/9). Abdullah Shakshak, yang merupakan jurnalis dan bekerja untuk beberapa media Arab, menjadi korban terbaru dalam serangan tersebut. Pernyataan dari kantor media itu mencerminkan kemarahan terhadap tindakan Israel yang secara langsung menargetkan jurnalis. Mereka mendesak agar masyarakat internasional meminta pertanggungjawaban pemerintah Israel atas apa yang mereka sebut sebagai "kejahatan terhadap jurnalis." Lebih jauh, pihak kantor media menyerukan agar organisasi internasional dan lembaga-lembaga yang peduli terhadap dunia jurnalisme melakukan tindakan nyata. Mereka menyerukan agar upaya untuk menghentikan pendudukan dilakukan, serta agar kasus Israel dibawa ke pengadilan internasional karena kejahatan-kejahatan yang telah berlangsung, sekaligus menuntut agar penyerangan dan genosida terhadap jurnalis Palestina diakhiri. Sejak terjadinya serangan Hamas pada bulan Oktober tahun lalu, Israel telah melanjutkan aksi militernya yang keras dan brutal terhadap Gaza, meskipun telah ada resolusi dari Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata darurat. Menurut data terkini dari otoritas kesehatan setempat, lebih dari 41.200 orang, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, telah tewas, dengan lebih dari 95.300 lainnya mengalami luka-luka. Situasi di Gaza semakin memburuk, dengan hampir seluruh penduduk wilayah tersebut terpaksa mengungsi. Blokade yang terus berlangsung semakin memperparah keadaan, mengakibatkan kelangkaan makanan, air bersih, serta obat-obatan. Tindakan Israel ini juga mendapat sorotan dari berbagai kalangan, di mana mereka menghadapi tuduhan genosida yang diajukan di Mahkamah Internasional. Keadaan ini menjadi sorotan utama di berbagai media internasional, dan terus menjadi pembahasan di forum-forum global yang menekankan perlunya aksi bersama untuk mengakhiri konfrontasi serta melindungi hak-hak jurnalis dan masyarakat sipil di Gaza. ANTARA