**Borneonews - Jakarta**, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga, meminta agar Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi serta Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah melakukan peningkatan dalam program pelatihan keterampilan kerja. Hal ini dianggap penting untuk menekan jumlah pengangguran yang ada.
Pandapotan menjelaskan bahwa dalam kondisi ekonomi yang sedang lesu, upaya untuk memperkuat keterampilan masyarakat menjadi semakin mendesak. Dengan adanya pelatihan ini, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat memperoleh bekal keterampilan yang diperlukan untuk memasuki dunia kerja.
Melalui pelatihan yang efektif, para lulusan dapat bekerja secara profesional dan bahkan memiliki potensi untuk berwirausaha. Pandapotan menegaskan bahwa ketika DKI Jakarta ditetapkan sebagai Daerah Khusus, daerah ini harus mampu menyerap tenaga kerja yang ada.
Menurutnya, Jakarta memiliki keunggulan sebagai pusat industri di Indonesia, didukung oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri tekstil yang sudah berpengalaman dalam melakukan ekspor. Dia juga berharap agar gubernur yang terpilih di masa mendatang dapat bekerja sama dengan DPRD dalam mengoptimalkan program peningkatan keterampilan kerja.
Pandapotan menambahkan, melalui sinergi yang baik antara gubernur baru dan anggota legislatif, diharapkan angka pengangguran dapat ditekan. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta sebelumnya juga telah menyampaikan komitmennya untuk membuka pelatihan kerja yang lebih spesifik, seperti pelatihan las dan pelatihan yang berkaitan dengan sektor industri.
Untuk mendukung upaya ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berfokus pada peningkatan produktivitas kerja agar para pekerja bisa menghasilkan lebih banyak produk. Pada tahun 2024, kapasitas pelatihan kerja di Pusat Pelatihan Kerja Jakarta Timur direncanakan untuk 1.200 orang, Jakarta Selatan 960 orang, Jakarta Barat 1.140 orang, Jakarta Pusat 1.260 orang, dan Jakarta Utara 1.330 orang.
Selain itu, Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri akan memiliki kapasitas untuk 1.800 orang, sedangkan Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las ditargetkan untuk 392 orang. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
ANTARA
Upaya DKI Jakarta Tingkatkan Pelatihan Kerja untuk Atasi Pengangguran
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Palangka Raya Tekan Angka Pengangguran Lewat Bursa Pencari Kerja
Kolaborasi Disnakertranskop UKM Barito Utara-Kecamatan Tingkatkan Data Valid Pengangguran
Patih Herman AB Dukung Program Pelatihan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal Barito Utara
Siddhakarya Jadi Upaya Kalteng Bangun Budaya Kerja Produktif
Pemkab Sukamara Tingkatkan Produk Unggulan Perikanan Melalui Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat
Pelatihan Operator Excavator Untuk Tingkatkan SDM Lokal
Komentar (0)
Memuat komentar…







