BORNEONEWS, Palangka Raya - Kasus gigitan hewan penular rabies yang ditangani Puskesmas Bukit Hindu, Palangka Raya yang merupakan Rabies Center meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu.

Menurut Bangun Simanulang, Petugas Rabies Center, sejak Januari 2016 hingga 31 Juli 2016 ini ada 502 kasus gigitan yang pihaknya tangani.

"Sepanjang tahun 2015 lalu ada 800 kasus gigitan yang kita tangani, sedangkan ini masih sampai bulan Juli sudah ada 502 kasus artinya ada kenaikan sekitar 20 persen," ungkap Bangun saat dibincangi Borneonews, Rabu (3/8/2016).

Ia mengatakan, selain menerima konsultasi pihaknya juga memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk manusia secara gratis sepanjang ada pemeriksaan laboratorium yang menyatakan hewan yang menggigit tersebut  memang positif rabies.

"Jadi bukan waktu datang setelah digigit lalu langsung kita suntik karena hewan yang menggigit kan belum tentu rabies jadi harus diteliti di laboratoriu dulu hewannya. Kecuali gigitannya di jari dan kepala, untuk kasus seperti ini harus segera divaksin," pungkasnya.

Ini karena vaksin yang disediakan di Rabies Center juga terbatas. Karena kasus tahun lalu ada 800 kasus maka tahun 2016 ini vaksin yang disedikan juga sejumlah tersebut.

"Tapi sekarang saja sudah digunakan 502 vaksin, makanya kami juga khawatir ini vaksin yang tersedia tidak sampai akhir tahun. Semoga pemda bisa menambah stok yang ada ini. Karena inikan Rabies Center, jadi kalau ada kasus gigitan di Kasongan, Gunung Mas, Pulang Pisau atau di daerah lain pasti rujukannya kesini," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/m)