BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau, Marukan memastikan keluarganya tidak akan mengikuti Pilkada Lamandau 2018. Bupati dua periode tersebut meminta siapapun, atau pihak manapun tidak membawa-bawa dan melibatkan diri dan keluarganya untuk kepentingan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lamandau mendatang.
"Dalam kesempatan ini, saya tegaskan, dari keluarga saya tidak akan ada yang nyalon (menjadi calon Bupati atau Wakil Bupati Lamandau) di 2018, baik itu istri saya (Maria Neva Marukan), anak saya, menantu saya atau bahkan keponakan saya. Saya pastikan keluarga saya tidak akan ada yang nyalon," tegas Marukan, disambut tepuk gemuruh ribuan tamu yang hadir dalam gelaran syukuran HUT ke-14 Kabupaten Lamandau, di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Lantang Torang, Nanga Bulik, Rabu (3/8/2016).
Karena itu, sambung Marukan, kepada siapa saja para tokoh yang akan nyalon, saya harap tak usah curiga, berprasangka yang tidak-tidak, tak usah melibatkan atau bahkan tidak usah menarik-narik saya dan keluarga untuk kepentingan Pilkada nanti, tolong mengerti itu, katanya.
Dirinya juga memastikan, bahwa pihaknya tidak akan ada di pihak siapapun dan pihak manapun dalam pilkada nanti. Hanya saja, sambungya, dirinya dan keluarga hanya akan memberi dorongan dan mendukung kepada siapa saja putra terbaik Lamandau, tanpa melihat SARA.
Tak hanya itu, Marukan juga menyayangkan adanya pihak-pihak tertentu yang mendengungkan isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan), demi memuluskan hasrat politik. Ia meminta hal itu dihentikan, dan siapapun agar bersaing sehat dalam kontestasi politik.
Marukan juga mengatakan, berdasarkan informasi yang beredar, berkenaan dengan kian dekatnya Pilkada Lamandau, dirinya mengaku telah mendengar bahkan mengetahui perihal adanya upaya-upaya tidak sportif yang dinilai akan mengganggu ketenangan masyarakat. Seperti halnya indikasi munculnya isu SARA diberbagai media sosial ataupun sejenisnya.
Menurutnya, jika hal itu benar, tentu sangat dirinya sesalkan mengingat perjuangan semua pihak dalam menjaga ketentaraman, ketenangan dan kerukunan di tengah masyarakat selama ini sudah sangat baik.
"Jangan sampai bawa-bawa latar belakang suku, agama, atau ras dalam urusan itu (Pilkada), ini tidak akan sehat dan justru akan merusak tatanan masyarakat. Itu pula bukan merupakan karakter dari leluhur dan para pendiri Lamandau. Ingat, "Lamandau untuk Semua dan Semua untuk Lamandau"," pintanya.
Seperti diketahui, pemerintahan Bupati Lamandau, Marukan, dan Wakil Bupati Lamandau, H. Sugiyarto, jilid II akan berakhir 2 Juni 2018. Sementara itu, sebagaimana jadwal Pilkada dari KPU, Pilkada Lamandau akan digelar pada Pilkada serentak tahap III, Juni 2018. (HENDI NURFALAH/N).








