BORNOENEWS, Palangka Raya - Hilangnya Khairani alias Doyok di perairan Sungai Kahayan arah Sungai Rungan persisnya Hulu Antasan Kudung pada Selasa (2/8/2016) malam membuat keluarga dirundung kesedihan. Terlebih bagi istrinya, Merri, 28, yang kini tengah berbadan dua berusia tiga bulan.

Menurut Merri, ia sempat meminta Doyok untuk tidak usah berangkat mencari udang. Alasannya, kondisi Doyok pada saat berangkat sedang kurang enak badan.

"Dari perbincangan saya dengan istrinya, ia sempat meminta untuk tidak usah berangkat. Karena kurang enak badan. Namun mungkin karena tanggung jawab menafkahi istri yang sedang mengandung dan anaknya (Mahdi, 8 tahun), sehingga memaksakan diri berangkat," kata Kapolsek Pahandut AKP Ani Maryani kepada wartawan di Pelabuhan Rambang, Kamis (4/8/2016).

Ani menuturkan, rutinitas Doyok sehari-hari memang sebagai nelayan. Dia menghilang di kawasan hulu itu sekitar 4-5 kiloan dari rumahnya. Meski demikian, Ani belum bisa memastikan apakah Doyok sudah meninggal dunia atau tidak meskipun dugaan kuat tenggelam.

"Diduga tenggelam. Kita belum bisa memastikan, mudah-mudahan masih dalam keadaan hidup," ungkap Kapolsek.

Menurutnya, tim pencari masih melakukan pencarian. Di Pelabuhan Rambang sendiri juga didirikan sebuah posko. "Pencarian kita lakukan bertahap. Namun yang bersangkutan belum ditemukan. Mudahan secepatnya bisa ketemu. Yang bersangkutan juga bisa berenang," bebernya.

Kapolsek menduga, awal mula Doyok bisa tenggelam ketika mencoba memperbaiki jaring udang yang tersangkut di ranting pohon atau kayu. Sebab, kondisi juga sedang tidak enak badan. Dugaan lainnya, kepleset dan terjatuh.

"Kemungkinan-kemungkinan bisa terjadi. Bisa aja jaringnya nyangkut di kayu, kemudian kepleset. Bisa juga sedang melepas sangkutan jaring tapi kondisi badan tidak enak. Ini masih dugaan. Tapi yang jelas, masih dalam pencarian," tuntasnya. (BUDI YULIANTO/m)