PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa masih ada tiga komoditi yang menjadi komoditas utama ekspor Kalteng.

"Komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah selama Juli 2024 adalah batu bara pada kelompok bahan bakar mineral, minyak kelapa sawit dan kelapa sawit pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, dan bijih zirconium, niobium dan tantalum pada kelompok bijih, kerak dan abu logam," kata Agnes pada Senin, 23 September 2024.

Dibanding bulan sebelumnya, kata Agnes, terjadi penurunan nilai ekspor pada seluruh kelompok komoditas, kecuali kelompok pakaian jadi bukan rajutan yang mengalami peningkatan sebesar US$0,08 juta yang bulan sebelumnya tidak ada ekspor pada kelompok ini.

"Penurunan terbesar terjadi pada kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar US$41,88 juta atau turun 65,17 persen dan disusul oleh kelompok bahan bakar mineral sebesar US$24,79 juta atau turun 9,86 persen," bebernya.

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya atau year on year, tuturnya sejumlah golongan barang mengalami penurunan nilai ekspor yang cukup tinggi pada Juli 2024.

"Penurunan nilai ekspor year on year terbesar terjadi pada kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati senilai US$59,13 juta atau turun 72,54 persen, diikuti oleh kelompok bijih, kerak dan abu logam yang mengalami penurunan nilai ekspor senilai US$4,90juta atau turun 37,55 persen," katanya lagi.

Sebaliknya, lanjutnya, beberapa kelompok golongan barang mengalami peningkatan dengan peningkatan terbesar pada kelompok karet dan barang dari karet sebesar US$0,23 juta atau naik 7,49 persen.

Dilihat secara kumulatif, katanya lagi, nilai ekspor pada Januari-Juli 2024 turun sebesar US$773,70 juta atau turun 24,18 persen dibanding nilai ekspor pada periode Januari-Juli 2023.

"Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya nilai ekspor sejumlah kelompok barang. Kelompok bahan bakar mineral mendominasi penurunan ini dengan penurunan senilai US$597,10 juta atau turun 23,47 persen," jelas Agnes lagi.

--page

Penurunan nilai ekspor juga terlihat pada pada berbagai kelompok kategori, kecuali pada kelompok ampas, sisa industri makanan, dan kelompok pakaian jadi bukan rajutan, serta kelompok perabot dan penerangan rumah yang mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. (TESTI PRISCILLA/j)