BORNEONEWS, Palangka Raya - Khairani, alias Doyok, 30, yang menghilang sejak Selasa (2/8/2016) sekitar pukul 22.00 WIB di Hulu Antasan Kudung daerah aliran Sungai Kahayan belum juga ditemukan. Puluhan orang yang melakukan pencarian sudah berupaya kesana kemari termasuk melakukan penyelaman dititik awal TKP, tapi masih nihil.
Dua hari lalu, tim pencari mendapati senter kepala Doyok tidak jauh dari TKP mengapung di sungai. Kemudian disusul botol Aqua berisi minuman kopi Doyok yang tinggal separuh. Dari temuan tersebut, muncul beberapa kemungkinan.
Pertama, bisa jadi senter itu baru terlepas dari kepala Doyok. Kedua, minuman itu juga bisa jadi baru terlepas dari kantongan celana atau jaket Doyok atau dari genggaman Doyok.
Lalu, jangan-jangan Doyok tersangkut di ranting pohon. Kalaupun seandainya Doyok tenggelam, paling tidak jasadnya sudah mengapung. Namun dugaan-dugaan ini belum terjawab pasti.
Menurut anggota Balakar 620, Bidang Humas dan Komunikasi Sirajudinnor, dari hasil penyelaman sedalam 8 sampai 12 meter, di dasar sungai memang terdapat ranting pohon. Meski demikian, mereka juga belum merasakan adanya tanda-tanda jika Doyok di dasar sungai.
Di sisi lain, kondisi air di dalam cukup deras, berbeda dengan atas yang terlihat tenang. Bahkan, kata dia, ketika penyelam melakukan tugasnya, seakan langsung meluncur ke dasar sungai. Hal ini terasa tidak seperti biasa karena seandainya menyelam paling tidak akan terbawa arus beberapa meter dari titik awal terjun.
"Jadi di bawah airnya berputar. Kaya ada lubang gua. Ketika nyelam langsung ke bawah," kata Sirajudinnor kepada Borneonews di Pelabuhan Rambang, Minggu (7/8/2016).
Pencarian Doyok juga tidak hanya lewat penyisiran ataupun penyelaman. Namun juga dari sisi menanyakan kepada seseorang yang memiliki kelebihan. "Memang mistiknya kayanya ada. Katanya disembunyikan disitu. Tapi kita tetap melakukan pencarian," ungkapnya.
Meski sudah mulai memasuki enam hari pascahilang, ia menegaskan pencarian tidak ada kata berhenti. "Tidak ada kata berhenti. Kita akan cari sampai ketemu," janjinya.
Menurutnya, selama melakukan pencarian di lapangan, tidak ada kendala sedikitpun. Hanya saja, dari sisi konsumsi mereka yang mendirikan posko di Pelabuhan Rambang terkadang sedikit kesulitan karena harus iuran untuk membeli makanan. (BUDI YULIANTO/m)








