PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia pada September 2024, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno menekankan pentingnya vaksinasi rabies untuk mencegah penyebaran penyakit yang mematikan ini.

Ganjar menjelaskan bahwa rabies adalah penyakit virus yang hampir selalu berakibat fatal setelah gejala klinis muncul. Oleh karena itu, vaksinasi menjadi langkah krusial dalam melindungi hewan peliharaan dan manusia.

"Rabies dapat dicegah dengan vaksinasi yang tepat. Vaksinasi tidak hanya melindungi hewan peliharaan kita, tetapi juga mencegah penularan ke manusia," ujar drh Ganjar Priyatno pada Selasa, 24 September 2024.

Di Indonesia, katanya, rabies masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, dengan banyak provinsi yang belum bebas dari penyakit ini.

Menurut data terbaru, hanya delapan provinsi di Indonesia yang bebas dari rabies, sementara 26 provinsi lainnya masih menghadapi risiko tinggi. Setiap tahun, lebih dari 100 orang meninggal akibat rabies di Indonesia.

--page

Ganjar Priyatno juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai sektor untuk memberantas rabies. "Pemerintah, sektor kesehatan hewan dan manusia, serta masyarakat harus bekerja sama untuk mencapai target Indonesia bebas rabies pada tahun 2030," tambahnya.

Selain itu, drh Ganjar mengingatkan bahwa vaksinasi rabies juga penting bagi kelompok orang yang berisiko tinggi, seperti pemilik hewan peliharaan, dokter hewan, dan pekerja lapangan yang sering berinteraksi dengan hewan liar.

"Dengan vaksinasi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, kita dapat mengurangi risiko rabies dan melindungi kesehatan masyarakat," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)