BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau, Marukan akan menemui Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Sugianto Sabran, menjelaskan pentingnya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tanpa kebun, di wilayahnya. Sebelumnya, Gubernur menegaskan akan menolak izin pendirian PKS tanpa kebun, termasuk menolak 2 PKS yang sedang dibangun di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Lamandau.
Kepada Borneonews, di ruang kerjanya, di Nanga Bulik, Senin (8/8/2016), Bupati Marukan mengatakan, tak yakin Gubernur Sugianto tidak akan mengizinkan keberadaan PKS tanpa kebun di Lamandau. Pasalnya, kondisi yang ada saat ini di Lamandau dinilai justru sangat membutuhkan keberadaan pabrik tersebut, semata-mata demi kepentingan masyarakat kecil.
Marukan meyakini, Gubernur belum mengetahui secara jelas perihal maksud dan manfaat yang akan diperoleh masyarakat di Lamandau jika PKS tersebut berdiri dan beroperasi. Karenanya, Marukan berniat menemui Gubernur dan menjelaskan kondisi yang ada dengan segamblang-gamblangnya.
"Perihal PKS tanpa kebun ini, nanti saya akan memberikan penjelasan langsung kepada beliau (Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran). Saya optimistis jika menjelaskan, beliau akan faham situasinya," terangnya. (HENDI NURFALAH/N).








