BANDUNG –
**Borneonews - Majalengka**, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, telah membentuk sebuah lokapasar khusus yang akan berfungsi sebagai wadah pemasaran bagi 200 produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di 26 kecamatan di wilayah tersebut. Lokapasar yang dinamai *Imah.co.id* ini telah resmi diluncurkan dengan tujuan untuk membantu pemasaran produk-produk UMKM setempat. Penjabat Ketua TP PKK Kabupaten Majalengka, Erlita Widiasih, mengungkapkan bahwa platform ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat, khususnya pelaku UMKM di masing-masing kecamatan, dalam menawarkan produk mereka langsung kepada konsumen. Selain produk kerajinan tangan dan makanan, *platform* ini juga menyediakan berbagai produk lain, termasuk fesyen dengan kualitas tinggi yang telah melalui proses kurasi agar dapat memenuhi standar. Erlita menambahkan, lokapasar ini juga memberikan kesempatan bagi kelompok ibu-ibu untuk menjual produk yang mereka hasilkan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka. Inisiatif ini muncul sebagai solusi bagi UMKM yang menghadapi tantangan dalam memasarkan produk setelah masa pandemi COVID-19. Melalui promosi yang menarik, TP PKK ingin memperkenalkan produk lokal Majalengka ke pasar yang lebih luas. Erlita juga menyatakan bahwa lokapasar ini merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK dan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah pemberdayaan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor UMKM. Menurutnya, lokapasar ini diharapkan menjadi pelopor pemasaran UMKM di Majalengka, mengingat belum ada *platform* serupa sebelumnya. Sementara itu, Pj Bupati Majalengka, Dedi Supandi, mencatat bahwa saat ini jumlah pelaku UMKM di daerahnya yang memanfaatkan pemasaran digital masih tergolong rendah. Data yang ada menunjukkan bahwa indeks digital pemasaran produk UMKM di Majalengka saat ini hanya mencapai 0,054 persen. Dedi menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan teknologi digital bagi para pelaku usaha untuk memperluas jangkauan penjualan produk. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi di masa depan akan semakin didorong oleh sektor digital, seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat. Dedi juga mencatat tren positif pertumbuhan pelaku UMKM di Kabupaten Majalengka, yang meningkat dari 28.772 pelaku usaha pada 2021 menjadi 74.691 pelaku usaha pada tahun 2023. Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen untuk menyediakan berbagai program yang mendukung pengembangan bisnis UMKM, diantaranya adalah pembukaan akses pasar dan pembinaan yang dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha. ANTARA