BORNEONEWS, Sampit - Akhirnya jasad Anisa Miftahul Rohmah (9) warga RT 06/RW 02, Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamyatan Kota Besi, kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berhasil ditemukan pada Selasa (9/8/2016) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Anisa tenggelam pada Senin (8/8/2016), pada saat berenang bersama teman-teman sebayanya di Sungai Mentaya yang tidak jauh dari rumahnya.
“Setelah kami lakukan pencarian bersama warga, Pol Air Polres Kotim, PMI Kotim, tim SAR, dan Damkar Kotim, akhirnya pada pukul 02.00 WIB, kami berhasil menemukan jasad korban,” ujar Kapolsek Kota Besi Iptu M Syafuan.
Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa, dengan hanya menggunakan celana pendek yang saat itu digunakannya untuk berenang. Tidak ditemukan luka apapun di badan korban, dan kemungkinan korban tenggelam akibat kelelahan berenang, sehingga tidak bisa menepi ke lanting yang berada di tepi sungai.
Sementara, tenggelamnya Anisa yang merupakan anak dari pasangan Rusdi Mulianto dan Wahidah, tenggelam sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu dirinya berneang bersama sejumlah temannya. Pada saat itulah tiba-tiba korban langsung meminta tolong, dan tenggelam hingga taka da muncul ke permukaan.
Sejumlah teman-temannyapun langsung malaporkan hal itu kepada warga sekitar. Sehingga masyarakat langsung melakukan pencarian di sungai tersebut.
“Rencananya jenazah korban langsung di kuburkan oleh keluarganya pada Selasa (9/8/2016) ini juga,” ungkap Syafuan.
Sementara, Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yang sebelumnya dikabarkan ada seorang warga bernama Riyad Gunawan (37) telah hilang tenggelam pada Senin (8/8/2016), ternyata ditemukan selamat pada malam harinya oleh sejumlah warga di seberang Sungai Mentaya, trepatnya di Desa London.
Dari informasi yang dihimpun, pada saat pria itu hendak mengambil air wudhu di lantinga, dia melihat seseorang ada yang memanggil dari desa tersebut. Sehingga tanpa dia sadari, dia langsung saja berenang untuk menyebrang ke desa tersebut.
Hal itulah yang membuat warga sekitar yang menemukan sendalnya di lanting, menduga bahwa dia tenggelam. (M HAMIM/m)








