BORNEONEWS, Palangka Raya - Malupi, 25, rekan Sukarni alias Susur, 34, sempat melakukan pencarian bersama warga lain di kawasan hutan yang terdapat rawa-rawa dan biasa disebut daerah prasiang. Pencarian dimulai begitu mendapat kabar bahwa Susur tak kunjung pulang ke kediamannya, Jalan Riau, Gang Giat ujung, RT 02, RW XI, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut.

Sebelum melakukan pencarian, ada salah seorang warga menyebut sempat bertemu dengan Susur di kawasan itu. Warga yang belum diketahui namanya itu menyebut hendak pulang usai menjenguk pasangan ikan.

"Kita tidak tahu namanya siapa. Karena warga baru. Katanya, pada saat ketemu mengatakan "yu pulang sudah maghrib". Tapi dia (Susur) posisinya megang-megang daun dan diam. Kaya linglung gitu," ucap Malupi menirukan warga tersebut, Rabu (10/8/2016).

Sesaat setelah itu, barulah Malupi bersama warga menuju tempat Susur ditemukan. Namun hasilnya nihil. Hanya saja, ditemukan jaket Susur, sedangkan sisanya seperti pancingan belum diketahui.

Pencarian terus berlanjut hingga Rabu (10/8/2016) sekitar pukul 08.00 WIB. "Sampai sekarang belum ketemu. Ini warga lain juga masih melakukan pencarian di sana," ungkapnya.

Menurutnya, daerah rawa-rawa itu sedalam dada orang dewasa. Dan ketika orang mancing pun juga harus melewati tantangan bahaya tersebut.

Ditanya mengenai apakah daerah itu ada binatang buas, ia menjawab selama puluhan tahun tinggal di daerah itu belum pernah mendengar adanya binatang buas. Namun warga sempat menanyakan kepada orang yang memiliki kemampuan lebih dibanding orang biasa.

"Terus katanya disembunyikan orang sebelah (makhluk gaib). Tapi kita tidak tahu sebenarnya. Memang katanya di daerah itu banyak orang sebelah (makhluk gaib)," tuturnya. (BUDI YULIANTO/m)