BORNEONEWS, Sampit - Kasus penipuan ratusan juta yang dilakukan MO, 24, warga Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih berlanjut. Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah teman pelaku. Hal itu dilakukan untuk mencari bukti-bukti lain, serta untuk mengetahui apakah ada orang lain dibalik penipuan yang dilakukan oleh MO.
“Pemeriksaan terus berlanjut hingga saat ini, selain itu pelaku juga masih berada di Unit IV Polres Kotim,” ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kasat Reskrim Iptu Reza Fahmi, Rabu (10/8/2016).
Dari data yang dihimpun Borneonews, sedikitnya ada 20 orang yang menjadi korban penipuan oleh MO. Bahkan orang-orang tersebut sebagian sudah ada yang melaporkan ke polres. Untuk kerugian masing-masing korban tidak menentu, dari jumlahnya yang hanya Rp10 juta, hingga ratusan juta.
Belum diketahui persis mulai kapan MO melakukan aksi penipuan dengan modus investasi pupuk tersebut. Namun hasil dari uang tersebut, digunakannya untuk bersenang-senang, dengan liburan keluar daerah Kotawaringin Timur.
Dari pantauan Borneonews, sejumlah keluarga MO sudah menjenguknya di mapolres. Bahkan sang suami juga datang ke tempat itu untuk menjenguknya.
“Kami terus mengumpulkan bukti-bukti. Sedangkan untuk jumlah uang yang berhasil didapat MO dari penipuan belum diketahui persis, karena masih kami kembangkan,” ungkap Reza.
MO ditangkap pada Selasa (9/8/2016) di rumahnya. Ia ditangkap oleh seorang korban bersama sejumlah anggota polisi. Dia ditangkap karena melakukan penipuan dengan modus investasi pupuk.
Para korban diminta untuk menginvestasikan uangnya dengan jumlah tidak sedikit. Dengan ada investasi itu MO menjanjikan setiap minggu korban akan mendapatkan 10% hingga 20%. Namun keuntungan yang dijanjikan tidak berjalan lama, karena di tengah perjalanan MO tidak dapat memberikan apa yang sudah dijanjikan.
Seorang korban yang merasa bahwa dirinya sudah ditipu dan mengalami kerugian hingga ratusan juta langsung melaporkan hal itu ke polisi. Akhirnya ulah MO langsung diketahui korban lainnya. (M HAMIM/m)








