SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Program vaksinasi rabies dan pengobatan gratis untuk hewan peliharaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya para pemilik hewan.

“Kami sebagai pemilik hewan di Sampit sangat berterima kasih kepada dinas terkait dengan adanya vaksin dan pengobatan gratis ini. Program ini sangat membantu kami, terutama dari segi biaya, karena vaksin dan pemeriksaan kesehatan hewan biayanya cukup mahal,” kata Beben, salah satu pemilik hewan peliharaan di Sampit, Sabtu, 28 September 2024.

Menurut Beben, biaya vaksinasi hewan peliharaan bisa mencapai antara Rp250 ribu hingga Rp350 ribu. Dengan adanya program vaksinasi gratis ini, beban biaya pemilik hewan peliharaan menjadi berkurang.

"Vaksin lengkap biasanya mahal, jadi dengan adanya program gratis ini, kami sangat terbantu. Setidaknya ini mengurangi pengeluaran kami ketika harus melakukan vaksinasi lainnya," imbuhnya.

Beben juga menjelaskan bahwa selain vaksin rabies, ada beberapa vaksin lain yang perlu diberikan kepada hewan peliharaan untuk menjaga kesehatannya. "Ada tiga jenis vaksin lain yang harus diberikan, jadi dengan adanya vaksin rabies gratis ini, kami bisa menghemat biaya untuk vaksin lainnya," ujarnya.

Adapun vaksin rabies gratis ini digelar dalam rangka memperingati hari rabies sedunia yang jatuh pada tanggal 28 September. DPKP Kotim menyiapkan 300 dosis vaksin rabies selama 1 bulan yang tersebar di 4 Puskesmas hewan dan klinik hewan yang ada di kantor dinas.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kotim Endrayatno mengatakan, vaksinasi rabies ini tidak hanya dilakukan sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merawat hewan peliharaan mereka.

Pihaknya mengajak masyarakat yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kera melakukan vaksinasi terhadap hewan tersebut untuk menekan penyebaran rabies di wilayah Kotim. 

“Ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi agar masyarakat rutin melakukan vaksinasi pada hewan peliharaannya, terutama kucing, anjing dan kera, demi mencegah penyebaran rabies,” ujar Endrayatno. (DEWI PATMALASARI/H)