SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit memasang satu unit perangkap beruang di belakang rumah warga Jalan Kapten Mulyono, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu, 29 September 2024.

Pemasangan perangkap tersebut dilakukan setelah warga melaporkan kemunculan beruang selama 3 hari hingga memakan ternak berupa ayam.

"Perangkap yang kami pasang berupa tong berukuran sedang dengan umpan dua buah nanas dipasang untuk menangkap beruang yang telah berkeliaran dan memakan ternak warga," kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah.

Muriansyah mengatakan,  beruang tersebut diduga kuat merupakan peliharaan warga yang lepas, bukan beruang liar. Karena lokasi kemunculannya di permukiman padat penduduk dan jauh dari habitat alami beruang. 

Beruang yang muncul selama tiga hari berturut-turut ini diperkirakan masih berusia remaja dan tergolong sebagai jenis beruang madu. "Dari ukurannya yang sebesar anjing, beruang ini tampaknya masih remaja," tambahnya.

Jika beruang tersebut berhasil ditangkap, BKSDA berencana untuk memindahkannya ke Kabupaten Kotawaringin Barat.

Lanjutnya, kemungkinan beruang ini merupakan peliharaan sangat kuat, mengingat perilakunya yang tidak takut mendekati manusia dan lokasi kemunculannya di tengah permukiman.

"Selain itu, ada laporan dari petugas keamanan bahwa dua orang warga sempat terlihat mencari beruang di sekitar sini," ujarnya.

Setelah memasang perangkat beruang tersebut muriansyah mengingatkan warga agar segera melapor kepada dirinya jika beruang tertangkap. Warga diingatkan agar tidak mendekati perangkat tersebut.

"Jika pun beruang itu tertangkap berangkat akan menimbulkan suara yang sangat gaduh tapi jangan ada yang mendekati karena berbahaya," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)