BORNEONEWS, Kasongan - Gubernur Sugianto Sabran meminta agar para bupati/walikota se Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mempercepat membangun sumur bor, embung maupun waduk di daerahnya masing-masing sebagai antisipasi saat kebakaran lahan dan hutan pada musim kemarau 2016.

Asisten II Setda Provinsi Kalteng Sahrin Daulai mengatakan itu saat membacakan sambutan Gubernur Sugianto Sabran pada acara pelepasliaran 10 individu orangutan di halaman Kantor Bupati Katingan, Sabtu (13/8/2016).

Menurut Sahrin Daulai, berdasarkan ramalan BMKG wilayah Kalteng sudah masuk musim kemarau pada Juli 2016.

"Pak Gubernur Haji Sugianto Sabran berpesan agar para bupati dan walikota segera mempercepat dalam pembuatan sumur bor, waduk maupun embung," ucap Sahrin Daulai.

Ia mengatakan, hal ini sebagai upaya mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Dengan adanya sumur bor dan waduk ini, diharapkan jika sewaktu-waktu ada lahan atau hutan yang terbakar di sekitar sumur bor atau embung, maka petugas pemadam tidak kesulitan lagi mendapatkan sumber air untuk proses pemadaman. Biasanya saat kemarau sumber air ini sulit dicari karena sungai atau parit yang sebelumnya ada airnya telah mengering.

Sahrin Daulai yang membacakan sambutan Gubernur Sugianto Sabran juga meminta para bupati/walikota meningkatkan kewaspadaan agar daerahnya masing-masing terbebas dari Karhutla.

"Kalteng harus terbebas dari kebakaan lahan dan hutan ini. Dan saya minta semua bupati walikota agar mengaktifkan posko antisipasi karhutla di masing-masing wilayah," imbuh Sahrin Daulai. (ABDUL GOFUR/m)