BORNEONEWS, Sampit – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah memindahkan beruang madu yang sempat meneror warga Sampit selama 4 hari ke Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa, 1 Oktober 2024.
"Setelah sampai di Pangkalan Bun, beruang madu ini akan diperiksa oleh dokter hewan untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah akan dilepasliarkan ke kawasan konservasi atau direhabilitasi," kata Polisi Kehutanan BKSDA Kalteng, Sugih Trianto.
Pemeriksaan ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan satwa sebelum dilepas ke habitatnya. Terutama adanya dugaan bahwa beruang hasil penyelamatan di Jalan Kapten Mulyono tersebut merupakan peliharaan yang lepas.
Sugih menjelaskan, apabila beruang madu tersebut terbukti merupakan hewan peliharaan masyarakat, tim akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter hewan akan memastikan apakah beruang mengalami luka atau memiliki kebiasaan diberi makan.
"Semua tindakan akan bergantung pada hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter hewan, terutama terkait dengan kondisi fisik beruang. Jika ditemukan luka atau tanda-tanda bahwa satwa telah lama dipelihara, maka diperlukan rehabilitasi lebih lanjut," jelas Sugih.
--page
Namun, jika tidak ada luka atau tanda bahwa beruang tersebut telah lama dipelihara, maka satwa tersebut bisa segera dilepasliarkan ke SM Lamandau.
Sugih mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan bantuan dari Disdamkarmat Kotawaringin Timur serta anggota Manggala Agni Daops Kalimantan III yang turut mendukung proses penyelamatan ini.
"Kerja sama ini sangat berarti, dan kami akan terus berkolaborasi dalam penanganan satwa liar di masa mendatang," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, seekor beruang madu meneror warga di Jalan Kapten Mulyono Sampit sejak 26 September 2024. Beruang tersebut sempat memakan ternak berupa aya dan masuk ke kamar mandi.
Atas laporan tersebut, BKSDA Resort Sampit memasang perangkap beruang dengan umpan buah nanas pada 29 September 2024. Keesokan paginya, beruang belum masuk ke perangkap tersebut.
Pada 30 September 2024 sore hari, beruang muncul di belakang kantor DPC PDIP Kotim. Tim penyelamat yang dipimpin Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah dibantu 7 anggota Disdamkarmat Kotim dan 1 anggota Manggala Agni melakukan penyelamatan secara manual yang berlangsung dramatis hingga beruang dapat ditangkap, didekap dengan tudung saji. (DEWI PATMALASARI/Y)









