KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Demi mempercepat pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD), Dinas Dukcapil Kapuas terus bergerak. 

Pada Rabu, 9 Oktober 2024, tim Dukcapil kembali turun ke lapangan dengan metode jemput bola. Desa Lamunti Baru di Kecamatan Mantangai dan Desa Sei Tatas Hilir di Kecamatan Pulau Petak menjadi tujuan mereka kali ini.

Program ini bukan sekadar rutinitas. Dengan membagi tim ke dalam dua kelompok, Dukcapil memastikan bahwa semakin banyak warga yang terlayani dan tidak harus repot datang ke kantor Disdukcapil. 

Kepala Bidang PIAK, Suryantinah, menyampaikan bahwa program ini adalah terobosan penting.

 "Warga sekarang bisa lebih mudah mendapatkan IKD tanpa harus meninggalkan desa. Kami yang mendekat ke mereka," katanya, Rabu, 9 Oktober 2024.

Meski program ini membawa kemudahan, tantangan tetap ada. Di beberapa daerah, angka aktivasi IKD masih rendah. Tapi, Dukcapil tidak patah arang. 

Mereka terus berupaya melalui sosialisasi langsung ke masyarakat, mengingatkan betapa pentingnya memiliki identitas digital untuk mempermudah berbagai layanan publik di masa depan.

Program ini pun didorong oleh target nasional, di mana pemerintah berharap 30 persen penduduk Indonesia sudah memiliki IKD pada akhir tahun 2024. 

Dengan metode jemput bola ini, Kapuas diharapkan bisa berkontribusi besar dalam pencapaian target tersebut.

"Semoga semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya IKD dan tidak ragu untuk segera mengaktifkannya," kata Suryantinah lagi, menekankan pentingnya peran aktif warga. (DODI/H)