PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan bahwa keseluruhan ekspor Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 merupakan komoditas non-migas dengan nilai mencapai US$233,61 juta.

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 13,76 persen dibandingkan dengan ekspor pada Juli 2024 yang tercatat sebesar US$270,89 juta. Selain itu, total volume ekspor juga mengalami penurunan signifikan sebesar 32,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Nilai ekspor hasil tambang memiliki kontribusi terbesar terhadap total nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Agustus 2024, yaitu sebesar 66,39 persen. Namun, jika dibandingkan dengan Juli 2024, nilai ekspor hasil tambang mengalami penurunan sebesar US$81,09 juta atau turun 34,34 persen," kata Agnes pada Kamis, 10 Oktober 2024.

Komoditas utama ekspor hasil tambang selama Agustus 2024 meliputi batu bara, bijih zirconium, niobium dan tantalum, bijih titanium, serta lignit.

Di sisi lain, lanjutnya, nilai ekspor hasil industri pengolahan Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 mencapai US$77,39 juta, memberikan kontribusi sebesar 33,13 persen terhadap total nilai ekspor.

Menariknya, ekspor hasil industri pengolahan mengalami peningkatan signifikan senilai US$42,70 juta atau naik sebesar 123,09 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Komoditas utama ekspor hasil industri pengolahan meliputi minyak kelapa sawit, kayu lapis, kayu olahan, karet remah, serta bungkil dan residu.

"Penurunan ekspor hasil tambang ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penurunan permintaan global dan fluktuasi harga komoditas," tuturnya.

Sementara itu, lanjut Agnes, peningkatan ekspor hasil industri pengolahan menunjukkan adanya perbaikan dalam sektor industri di Kalimantan Tengah, yang mampu meningkatkan produksi dan kualitas komoditas ekspor.

Lebih lanjut, Agnes mengungkapkan bahwa negara tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah selama Agustus 2024 adalah Jepang, India, dan Tiongkok. Ketiga negara ini menjadi pasar utama bagi komoditas ekspor Kalimantan Tengah, terutama untuk produk-produk hasil tambang dan industri pengolahan.

"Dengan adanya penurunan dan peningkatan yang signifikan dalam berbagai sektor ekspor, BPS Kalimantan Tengah terus memantau perkembangan ini dan berupaya untuk memberikan data yang akurat dan terkini kepada para pemangku kepentingan," tuturnya.

Agnes berharap bahwa dengan adanya informasi ini, pemerintah dan pelaku usaha dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kinerja ekspor di masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/H)