BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Karena provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) saat ini sudah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) kabupaten Kotawaringin barat (Kobar) melakukan persiapan guna mencegah terjadinya kondisi serupa di wilayah tugasnya.


Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Distanak Kobar Haryo Prabowo Minggu (28/8/2016) menjelaskan vaksinasi uang atau yang dikenal dengan nama booster akan dilakukan kembali di wilayah yang rawan menjadi perlintasan anjing liar dari dua kabupaten yang berbatasan langsung dengan provinsi Kalimantan Barat yaitu Sukamara dan Lamandau.


"karena sejak beberapa tahun lalu vaksinasi antirabies bagi anjing peliharaan telah kita lakukan secara bertahap di seluruh kecamatan, jadi bila ada wilayah yang dalam kurun waktu enam bulan atau lebih telah dikunjungi untuk diberikan vaksin rabies, maka akan kita lakukan booster. Diperkirakan target kita minggu ini adalah kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam)," jelasnya.


Karena tujuan booster ini merupakan persiapan untuk mencegah kasus rabies marak kembali di Kabupaten Kobar, diharapkan kesediaan masyarakat yang memelihara anjing untuk membawa anjingnya ke petugas distanak yang datang hingga ke desa-desa guna memberikan vaksin.


"nantinya kami juga akan memberiktahukan kedatangankami beberapa hari sebelumnya melalui perangkat desa. Jadi pemilik anjing sudah mengetahui kapan petugas pemberi vaksin akan datang," ujarnya  persiapan sebelum hari 


Hal lain untuk kasus gigitan anjing, menurutnya terakhir terjadi di Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Rabu (24/8/2016). "Namun korban sudah mendapatkan pertolongan medis dan anjing yang menggigit juga telah dieleminasi. Diperkirakan korban digigit anjing liar  yang nyasar di daerah tersebut," jelasnya. (WAHYU KRIDA/m)