PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjunjung bahasa merupakan salah satu cara membangun bangsa, merupakan salah satu isi sambutan dari Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah yang disampaikan dalam Semarak Bulan Bahasa 2024 dengan tema, "Berbahasa Cerdas, Generasi Emas," di Palangka Raya, Selasa, 22 Oktober 2024.

Acara ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran berbahasa yang baik dan benar di kalangan generasi muda, serta memperkenalkan berbagai program bahasa dan sastra yang inovatif.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran bahasa dalam membentuk karakter generasi muda.

"Empat tahun lagi, Sumpah Pemuda akan berusia 100 tahun. Dimanapun saya bertugas, saya selalu menyatakan kepada peserta bahwa jika tidak terjadi Sumpah Pemuda, maka sejarah Indonesia tidak akan berjalan seperti sekarang," ujar Muis.

Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif seperti penampilan pidato, musikalisasi puisi,karungut, komedi tunggal, serta penampilan para Duta Bahasa Kalteng. Para peserta, yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa, menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi.

Muhammad Muis juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam memajukan bahasa Indonesia.

"Jika kita mengkaji lebih dalam, ‘menjunjung’ dalam terminologi linguistik artinya ‘meletakkan sesuatu di atas kepala’. Di tanah Melayu, ibu-ibu di kampung menjunjung sesuatu di atas kepala. Ini menunjukkan betapa pentingnya bahasa dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai inisiatif baru dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.

"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program yang dapat meningkatkan kemampuan berbahasa masyarakat, terutama generasi muda. Salah satunya adalah program literasi digital yang akan segera diluncurkan," ungkap Muis.

Semarak Bulan Bahasa 2024 diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kemampuan berbahasa dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa. Dengan demikian, generasi emas yang cerdas berbahasa dapat terwujud dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang. (TESTI PRISCILLA/H)