PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya, baru-baru ini digemparkan oleh kasus dugaan rabies pada seekor anak anjing.

Anak anjing tersebut baru saja dibawa oleh pemiliknya dari Gunung Mas ke Palangka Raya. Namun, hanya dalam waktu lima hari setelah tiba, anak anjing tersebut menunjukkan gejala-gejala rabies dan akhirnya mati.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya drh Ganjar Priyatno, gejala-gejala yang ditunjukkan oleh anak anjing tersebut sangat mengarah pada rabies.

"Gejala yang ditunjukkan meliputi perubahan perilaku, agresivitas, dan kesulitan menelan sehingga tidak mau makan," jelas drh Ganjar kepada Borneonews, Kamis, 24 Oktober 2024.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat, mengingat rabies adalah penyakit yang sangat berbahaya dan dapat menular ke manusia.

"Kami segera melakukan investigasi, sayangnya anjing yang mati itu langsung dikuburkan pemiliknya sehingga kita tidak bisa mengambil sampel untuk diuji di laboratorium guna memastikan apakah benar anak anjing tersebut mengidap rabies. Namun dari gejala yang disampaikan sudah hampir bisa dipastikan itu rabies," tambah drh Ganjar.

Drh Ganjar juga menekankan pentingnya vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan.

"Vaksinasi adalah langkah pencegahan yang sangat efektif. Kami mengimbau kepada seluruh pemilik hewan peliharaan di Palangka Raya untuk memastikan hewan mereka divaksinasi rabies," ujarnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyediakan fasilitas vaksinasi gratis di beberapa lokasi strategis untuk memudahkan masyarakat.

Selain itu, drh Ganjar mengingatkan bahwa pemilik hewan peliharaan harus bertanggung jawab atas kesehatan hewan mereka.

"Hewan yang baru dibawa dari luar daerah harus segera diperiksa kesehatannya dan divaksinasi jika belum. Ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit seperti rabies," tegasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kewaspadaan dan tindakan pencegahan terhadap rabies. Dengan kerjasama antara pemerintah, dokter hewan, dan masyarakat, diharapkan kasus serupa dapat dicegah di masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/H)