BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan bahwa ekspor Kalimantan Tengah pada September 2024 mencapai nilai US$318,08 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 36,16 persen dibandingkan dengan Agustus 2024 yang tercatat sebesar US$233,61 juta.
"Peningkatan ini juga tercermin dalam total volume ekspor yang naik sebesar 86,25 persen dibandingkan bulan sebelumnya," kata Agnes pada Sabtu, 2 November 2024.
Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa komoditas non-migas mendominasi ekspor Kalimantan Tengah pada bulan tersebut.
"Nilai ekspor hasil tambang memberikan kontribusi terbesar, mencapai 90,98 persen dari total nilai ekspor," ujarnya.
Nilai ekspor hasil tambang pada September 2024 meningkat sebesar US$134,30 juta atau naik 86,59 persen dibandingkan Agustus 2024.
--page
Komoditas utama yang diekspor dari sektor tambang meliputi batu bara, bijih zirconium, niobium dan tantalum, bijih titanium, lignit, dan bijih timbal.
"Peningkatan ekspor ini menunjukkan permintaan global yang tinggi terhadap komoditas tambang kita," tambah Agnes.
Di sisi lain, nilai ekspor hasil industri pengolahan Kalimantan Tengah pada September 2024 mencapai US$27,01 juta, memberikan kontribusi sebesar 8,49 persen terhadap total nilai ekspor. Namun, sektor ini mengalami penurunan sebesar 65,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan nilai ekspor turun sebesar US$50,38 juta.
Komoditas utama dari sektor industri pengolahan yang diekspor meliputi minyak kelapa sawit, karet remah, kayu olahan, bungkil dan residu, serta kayu lapis.
"Penurunan ini disebabkan oleh fluktuasi permintaan pasar internasional dan beberapa kendala logistik," jelas Agnes.
Secara keseluruhan, peningkatan ekspor Kalimantan Tengah pada September 2024 mencerminkan potensi besar daerah ini dalam menyumbang devisa negara.
"Kami optimis tren positif ini akan terus berlanjut dengan upaya peningkatan kualitas dan diversifikasi produk ekspor,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









