BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menagih janji perusahaan yang berkomitmen membantu pembuatan sumur bor. Sampai kapan pun, komitmen itu harus ditagih sebab tujuannya antisipasi bersama dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Mengingatkan kembali kepada masing-masing perusahaan untuk segera menyelesaikan tanggung jawab terhadap kontribusi pembangunan sumur bor dalam rangka pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan, lahan, dan pekarangan,” kata Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran saat pertemuan dengan sejumlah pengusaha tambang di Palangka Raya, akhir pekan lalu, yang menghadiri pengukuhan Asosiasi Perusahaan Tambang (APTA) Kalteng.
Asisten II Setda Kalteng Sahrin Daulay mengatakan sejauh ini target 2.000 sumur bor belum tercapai bahkan persentasenya relatif rendah. Kata Sahrin, yang sudah terverifikasi dibangun dan bisa operasional hanya 171 unit.
“Yang sudah terverifikasi 171 unit. Itu data 2 minggu lalu ya. Sekarang mungkin pertambahannya sudah menjadi sekitar 200 lebih,” kata Sahrin Daulay, Minggu (4/9/2016).
Ia mengatakan, paling banyak yang sudah terbangun saat ini ada di Kota Palangka Raya. Tetapi juga ada di kabupaten lain yang tingkat kerawanannya tinggi antara lain di Pulang Pisau dan Kapuas.
Terkait darimana saja asal bantuan pembuatan sumur bor, Sahrin menegaskan ada pihak pemerintah namun juga pihak perusahaan. Antara lain 200 unit dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), perusahaan bidang pertambangan 160 unit, perusahaan bidang kehutanan 160 unit, dan sektor jasa konstruksi 80 unit.
“Lalu kemarin ada tambahan 25 unit dari Bank Kalteng. Targetnya total 2.000-an. Tetapi kan ada kendala. Target awalnya pun April, tetapi bersyukurnya masih kemarau basah, meskipun kita harus tetap antisipasi. Saya mau buat surat lagi untuk melihat, mana-mana yang operasional dan keluar airnya, ” ujarnya. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).








