PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Sumatra Utara dan Sumatra Selatan menghadapi berbagai tantangan yang menghambat pencapaian targetnya. Tim Survei Bisnis Indonesia melakukan investigasi mendalam untuk memahami akar permasalahan dan mencari solusi yang efektif.

Sejak diluncurkan pada 2017, PSR bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit dengan memberikan dana hibah sebesar Rp25 juta per hektare kepada petani. Namun, realisasi program ini sering kali tidak sesuai dengan target yang ditetapkan. Di Sumatra Utara, misalnya, dari target 9.500 hektare pada tahun 2024, baru sekitar 3.000 hektare yang terealisasi hingga November.

Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah tumpang tindih lahan petani dengan kawasan hutan. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumatra Utara, M Syarif Zakir Daulay, mengungkapkan bahwa persyaratan PSR yang sering berubah-ubah juga menjadi faktor penghambat.

"Kami perlu solusi konkret untuk mengatasi masalah ini agar kesejahteraan petani sawit dapat meningkat," ujarnya dalam rilis Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Rabu, 6 November 2024.

Tim Survei Bisnis Indonesia mengunjungi Kabupaten Serdang Bedagai untuk berdiskusi langsung dengan petani dan pemangku kepentingan lainnya. Mereka menemukan bahwa banyak petani yang masih kesulitan memenuhi persyaratan administratif yang kompleks. Selain itu, akses informasi yang terbatas membuat petani kurang memahami prosedur yang harus diikuti.

Dalam upaya mencari solusi, Zakir menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petani, dan pihak swasta.

"Kami berharap masukan dari berbagai pihak dapat membantu memperbaiki pelaksanaan program PSR," katanya.

Ia juga menyoroti perlunya edukasi dan pendampingan bagi petani agar mereka lebih siap dalam mengikuti program ini.

Dengan peremajaan yang tepat, produktivitas perkebunan sawit di Sumatra Utara dan Sumatra Selatan dapat meningkat tanpa perlu membuka lahan baru. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah yang sebagian besar PDRB-nya disumbang dari sektor sawit. (TESTI PRISCILLA/H)