SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Keluarga pemuda yang menjadi korban pengeroyokan oleh orang yang tidak dikenal hingga meninggal dunia mengaku saat ini telah mengantongi identitas teduga pelaku.

Hal tersebut diungkapkan oleh Rita, keluarga korban. Dirinya mengatakan telah mengantongi beberapa nama yang diduga pelaku pengeroyokan terhadap keponakannya tersebut.

"Kita sudah mengetahui masih dugaan. Kami juga telah menyuruh pihak kepolisian untuk mencari keberadaan terduga pelaku tersebut," kata Rita keluarga korban, Minggu, 17 November 2024.

Korban yang ditanggal bersama orang tuanya di Jalan Anang Santawi, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini meninggal dunia setelah dianiaya oleh orang tidak dikenal. Sehingga mengalami luka serius dibagian kepala.

"Kami meminta keadilan terhasap kasus ini. Berharap pelaku secepatnya di tangkap dan mendapat hukuman yang setimpal," beber Rita.

Sebelumya, kejadian itu terjadi pada Jumat, 8 November 2024. Saat itu korban pergi keluar rumah bersama temannya bernama Fajri untuk menjual ponsel di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit.

Setelah menjual ponsel kemudian korban menuju ke kediaman Fajri. Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB Korban meminjam sepeda motor Fajri dengan alasan ingin mendatangi temannya.

Korban yang saat itu tidak kunjung kembali membuat teman korban khawatir. Kamudian berinisiatif untuk mencari keberadaan korban.

"Kami mendapat kabar Ansori ini sudah berada di rumah fajri dalam kondisi tidak sadarkan diri. Lalu kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," kata Rita keluarga korban, Minggu, 17 November 2024. (BUDDI RAHMAT H/j)