BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mengadakan Workshop Pembinaan ASN untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya judi online, di Aula Sei Kapuas BPSDM Provinsi Kalteng.

Kepala BPSDM Provinsi Kalteng, Rahmawati, menilai  judi online membawa dampak buruk bagi individu dan tatanan masyarakat.

"Judi online tidak hanya merusak ekonomi masyarakat, tetapi juga menghancurkan keluarga dan masa depan," ujarnya di Palangka Raya, baru baru ini.

Menurut Rahmawati, ASN memiliki peran yang strategis dalam upaya pencegahan dan penanggulangan masalah judi online tersebut.

"Saya berharap workshop ini dapat menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas dalam menghadapi tantangan ini," tuturnya.

Sebagai informasi, judi online memiliki dampak buruk pada ekonomi, sosial, dan psikologis. Secara ekonomi, pelaku sering kehilangan uang hingga terjebak dalam hutang yang mengganggu stabilitas keuangan keluarga.

Secara sosial, judi dapat merusak hubungan keluarga dan mendorong tindakan kriminal seperti pencurian akibat desakan finansial.

Dari sisi psikologis, judi online memicu kecanduan, stres, hingga depresi akibat kekalahan terus-menerus. Selain itu, judi online ilegal di Indonesia dan pelakunya dapat dijerat hukum berdasarkan UU ITE.

Menghindari judi online penting untuk menjaga kesejahteraan hidup serta meminimalkan risiko hukum dan sosial. (HERMAWAN DP/j)