BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa negara tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah pada September 2024 adalah Jepang, Korea Selatan, dan India.
"Nilai ekspor ke Jepang mencapai US$142,16 juta dan berkontribusi sebesar 44,70 persen terhadap total ekspor Kalimantan Tengah. Sementara itu, nilai ekspor ke Korea Selatan sebesar US$64,70 juta atau berkontribusi 20,34 persen, dan India sebesar US$42,65 juta atau berkontribusi 13,41 persen," kata Agnes pada Kamis, 28 November 2024.
Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi peningkatan nilai ekspor ke sejumlah negara tujuan, yaitu Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Filipina, Thailand, dan Malaysia.
"Peningkatan ini menunjukkan adanya permintaan yang kuat dari negara-negara tersebut terhadap produk-produk ekspor Kalimantan Tengah," ujar Agnes Widiastuti.
Ekspor ke Jepang mengalami peningkatan terbesar senilai US$16,61 juta atau naik 19,13 persen. Namun, tidak semua negara tujuan ekspor mengalami peningkatan. Ekspor ke Vietnam mengalami penurunan nilai terdalam, yakni sebesar US$5,61 juta atau turun 46,91 persen.
"Penurunan ini perlu menjadi perhatian bagi para pelaku ekspor untuk mencari strategi baru dalam meningkatkan kembali ekspor ke Vietnam," tambah Agnes.
Secara keseluruhan, nilai ekspor Kalimantan Tengah pada September 2024 mencapai US$318,08 juta, naik 36,16 persen dibandingkan dengan Agustus 2024. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan ekspor pada kelompok bahan bakar mineral, karet, dan barang dari karet.
"Kami berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah," kata Agnes Widiastuti.
Agnes Widiastuti juga menekankan pentingnya diversifikasi pasar ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa negara tujuan utama.
"Dengan diversifikasi pasar, kita dapat mengurangi risiko penurunan nilai ekspor yang disebabkan oleh fluktuasi permintaan di satu negara," ujarnya.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas dan keberlanjutan ekspor Kalimantan Tengah.
Dengan adanya data ini, diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan pihak terkait untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor dari Kalimantan Tengah.
"Kami akan terus memantau perkembangan ini dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)









