PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan bahwa Nilai Tukar Petani atau NTP gabungan di Kalimantan Tengah pada November 2024 mencapai 131,22. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 2,50 persen dibandingkan dengan Oktober 2024 yang tercatat sebesar 128,02.

Agnes menjelaskan bahwa kenaikan NTP ini disebabkan oleh peningkatan indeks harga hasil produksi pertanian atau It yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang dibayar petani atau Ib.

"Kenaikan It menunjukkan bahwa harga hasil produksi pertanian mengalami peningkatan yang signifikan, memberikan keuntungan lebih bagi para petani," ujar Agnes bersama Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra atau Pemkesra Setda Provinsi Kalteng, Maskur menyampaikan berita resmi statistik pada Senin, 2 Desember 2024.

Sementara itu, kenaikan indeks harga yang dibayar petani atau Ib disebabkan oleh peningkatan pada dua indeks penyusunnya, yaitu indeks kelompok konsumsi rumah tangga petani atau KRT dan kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal atau BPPBM.

"Kenaikan pada kedua indeks ini mencerminkan adanya peningkatan biaya hidup dan biaya produksi yang harus ditanggung oleh para petani," tambah Agnes.

Lebih lanjut, Agnes mengungkapkan bahwa kenaikan NTP pada November 2024 terutama didorong oleh kenaikan NTP pada dua subsektor, yaitu Tanaman Perkebunan Rakyat dan Perikanan.

"Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami kenaikan sebesar 4,67 persen, sementara subsektor Perikanan naik sebesar 0,29 persen," jelasnya.

Kenaikan NTP ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah.

"Dengan meningkatnya NTP, daya beli petani juga diharapkan meningkat, sehingga dapat memperbaiki kondisi ekonomi mereka," kata Agnes.

BPS Kalimantan Tengah akan terus memantau perkembangan harga-harga di daerah perdesaan untuk memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga.

"Kami berkomitmen untuk memberikan data yang akurat dan terkini sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)