PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kondisi jalan Palangka Raya-Kuala Kurun yang rusak parah akibat beban angkutan berat menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng).

Anggota DPRD Kalteng Dapil I, yang meliputi Kabupaten Gunung Mas, Katingan, dan Kota Palangka Raya, terus memperjuangkan perbaikan infrastruktur jalan vital ini.

Ketua DPRD Kalteng, Arton S Dohong, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan sekitar Rp 900 miliar untuk perbaikan jalan provinsi tersebut.  Namun, kerusakan di beberapa titik antara Kuala Kurun dan Palangka Raya tetap menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

"Jalan Palangka Raya - Kuala Kurun sangat vital karena menjadi jalur utama penghubung antar wilayah yang mendukung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat," jelas Arton, Senin, 9 Desember 2024.

Untuk mengatasi hal ini,  ditambahkan anggaran sebesar Rp150 miliar hingga Rp160 miliar pada tahun 2025.  Sebelumnya, telah dialokasikan Rp100 miliar untuk dua paket perbaikan, yaitu Bukit Liti - Bawan (Rp 60 miliar) dan Bawan-Kurun (Rp 40 miliar).  Total anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan jalan ini mencapai sekitar Rp 1 triliun.

DPRD Kalteng juga menekankan pentingnya pengawasan kualitas pekerjaan perbaikan jalan untuk mencegah kerusakan berulang dan pemborosan anggaran.

Kerusakan jalan yang sering terjadi disebabkan oleh kendaraan angkutan batu bara, kayu, dan CPO yang melebihi kapasitas beban jalan. Pihaknya berharap dengan penambahan anggaran dan pengawasan yang ketat, jalan Palangka Raya-Kuala Kurun dapat segera diperbaiki dan berfungsi optimal.

"Jalan ini menjadi sangat rawan rusak karena sering dilalui angkutan berat yang melampaui kapasitas jalan," tegas Arton. (PATHUR/H)