SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit tak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kali ini, program pembinaan kemandirian di Lapas tersebut fokus pada pengolahan tempe, keterampilan yang diharapkan membantu WBP membangun hidup lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat. 

"Kami ingin mereka dapat memiliki keahlian yang berguna untuk masa depan mereka. Melalui program ini, para WBP diharapkan dapat memiliki bekal keterampilan yang dapat diandalkan untuk memulai hidup baru setelah masa hukuman berakhir,"  Kalapas IIB Sampit, Meldy Putera, Senin, 8 Desember 2024.

Program pembinaan kemandirian di Lapas Sampit ini menjadi bukti nyata bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada hukuman, tetapi juga pada upaya membangun kembali kehidupan para WBP agar dapat kembali berkontribusi positif di masyarakat. 

Dipilihnya tempe, karena makanan berbahan baku kedelai itu telah menjadi salah satu makanan pokok bagi orang Indonesia termasuk di Kotim. Karena tempe nantinya dapat diolah menjadi berbagai jenis, sehingga banyak orang yang menyukainya. Ini membuat permintaan tempe di pasar tinggi. Hal itu pun menjadi pula peluang bisnis bagi WBP nantinya. 

Oleh sebab itu, Lapas Kelas IIB Sampit memberikan keterampilan tersebut kepada WBPnya. Sekalipun proses pembelajaran memang tidak selalu mudah. Tantangan seperti menjaga suhu fermentasi tempe kadang membuat para WBP merasa kesulitan.

--page

"Kami terus memberi dukungan agar mereka bisa mencapai hasil yang maksimal, meskipun ada rintangan. Dengan kesabaran dan tekad pasti mereka bisa," ujarnya. (DEVIANA/Y)