SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatatkan inflasi year on year (y-on-y) di Sampit pada November 2024 sebesar 1,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 105,47.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa harga barang dan jasa di Sampit mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pada November 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) di tempat kita,khususnya Sampit sebesar 1,12 persen, " kata Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, Selasa, 10 Desember 2024.

Dijelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran.  Kelompok pendidikan mengalami kenaikan harga paling signifikan, mencapai 5,37 persen. Kemudian, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatatkan kenaikan yang cukup tinggi, yaitu 4,80 persen. Kenaikan ini bisa dipengaruhi oleh peningkatan permintaan terhadap layanan seperti salon dan spa.

"Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami kenaikan harga sebesar 1,32 persen. Kenaikan ini kemungkinan dipengaruhi oleh fluktuasi harga bahan pangan seperti beras, sayur, dan daging," ujarnya. 

Ditegaskan, meskipun terjadi kenaikan harga secara tahunan, inflasi bulanan (m-to-m) di Sampit pada November 2024 tercatat hanya 0,20 persen. Sementara itu, inflasi tahun berjalan (y-to-d) mencapai 0,81 persen.

"Jadi inflasi  di Sampit masih terkendali, tapi pemerintah  terus memantau perkembangan harga dan melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan di masa mendatang. Pemerintah dan stakeholder terkait perlu bekerja sama untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, terutama untuk komoditas pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat, " ungkapnya. (DEVIANA/H)