BORNEONEWS, Kobar - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), akan memanggil pemilik warung remang-remang di kawasan Simpang Kodok dan  Jalan A. Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Mereka akan diperingatkan sebelum dijatuhkan sanksi tegas, berupa pembongkaran bangunan.

"Kita akan panggil mereka dalam bulan ini, kita peringatkan kembali sebelum kita kembali bongkar," kata Kasi Ops Satpol PP Kobar, Supiansyah di ruang kerjanya, di Pangkalan Bun, Selasa (13/9/2016).

Menurut dia, dari data yang diperoleh dilapangan, saat ini ada tujuh warung remang yang berdiri di bekas pembongkaran lokasi prostitusi Simpang Kodok. Warung remang ini berdasarkan laporan ke Satpol PP menggunakan modus lama yaitu berjualan kopi tetapi ada layanan plus bagi para hidung belang.

" Ada prostitusi terselubung di situ berdasarkan laporan dan penyelidikan anggota," beber Supiansyah.

Untuk menindaklanjuti hal ini, Supiansyah akan melakukan koordinasi dengan Camat Arut Selatan dan Camat Pangkalan Lada, terkait langkah-langkah yang akan diambil.

Selain dikawasan Simpang Kodok, Satpol PP juga menerima laporan bahwa lokasi warung remang di kawasan Bundaran Jagung, Desa Sumber Agung, Kecamatan Pangkalan Lada, yang merupakan tempat persinggahan truk-truk besar itu juga ada indikasi menyediakan layanan plus. 

Baru-baru ini, pihak Pemerintah Desa juga sudah memanggil perempuan-perempuan penjual kopi di warung-warung tersebut. 

" Nanti sekalian pemilik warung remang dikawasan itu akan kita panggil juga," tegas dia.

Sementara itu, salah satu pengunjung yang berhasil ditemui Borneonews, sebut saja Paijo mengatakan bahwa hingga saat ini warung remang di Jalan A. Yani dan Simpang Kodok masih menyediakan layanan plus. Tarif untuk short time berkisar antara Rp150-Rp200 ribu.

Menurut dia, perempuan-perempuan tersebut awalnya hanya menawarkan kopi, namun sudah bukan rahasia umum kalau dengan kode tertentu pengunjung segera menuju ke kamar khusus yang sudah tersedia.

" Saya sih sering dengan kode kedipan mata cewek-ceweknya sudah paham," kata paijo.

Berdasarkan pantauan Borneonews, di kawasan Simpang Kodok pada malam hari terutama di bekas pembongkaran simpang kodok dan Jalan A.Yani nampak ada wanita-wanita muda yang berada di dalam warung atau sedang bercengkerama dengan pengunjung. (KOKO SULISTYO/N).